Gawat! Rudal Iran Sudah Bidik Kapal Perang AS, Hitungan Menit Bisa Bikin Hancur

Rudal balistik Iran ladeni Amerika Serikat
Sumber :
  • Istimewa

Upaya pertama terhenti ketika blokade AS mulai berlaku pada Senin (13/4) yang membuat kapal tersebut terpaksa berbalik.

img_title Perang Belum Reda, Iran Justru Buka Opsi yang Bikin Dunia Cemas

Namun, kapal tanker itu mengulangi upayanya kembali beberapa jam kemudian dan berhasil.

Kapal tanker lain, Elpis, juga dilaporkan melintasi jalur perairan penting itu menuju Teluk Oman selama blokade berlangsung.

img_title Bukan Sekadar Sindiran, Iran Tegaskan Keamanan Timur Tengah Tak Perlu Campur Tangan AS

BBC melaporkan bahwa Rich Starry memalsukan sinyal identitasnya (AIS) selama lebih dari 10 hari untuk menyembunyikan pergerakannya sebelum mencoba menerobos blokade.

Kapal tersebut diduga memuat produk minyak Iran selama periode persembunyian itu.

img_title Suasana Makin Tegang, Iran Tantang AS Bertempur Langsung

IRGC Umumkan Daftar Negara Sahabat yang Aman

Menanggapi blokade AS, Iran mengambil langkah berani.

Teheran mengumumkan hanya akan mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara sahabat untuk melintasi selat dengan aman.

Daftar negara yang diberikan izin khusus oleh Iran meliputi Rusia, China, Pakistan, Irak, dan India.

Kapal-kapal dari negara-negara lain, terutama yang beraliansi dengan AS, tidak akan mendapatkan jaminan keamanan.

Langkah ini adalah eskalasi signifikan.

Iran secara efektif membagi Selat Hormuz menjadi zona merah dan zona hijau berdasarkan afiliasi politik.

Ini bisa memicu protes diplomatik besar-besaran dari negara-negara yang tidak masuk daftar.

Blokade AS: Klaim vs Fakta di Lapangan

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengklaim bahwa blokade tersebut bertujuan untuk memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas global dan menghentikan penebaran ranjau laut oleh IRGC.

CENTCOM dengan bangga mengumumkan bahwa dalam 24 jam pertama, tidak ada satu pun kapal yang berhasil menembus blokade mereka.

Enam kapal dagang disebutkan mematuhi instruksi pasukan AS dengan berbalik arah.

Namun, data di lapangan berkata lain. Kapal tanker China Rich Starry membuktikan bahwa blokade tersebut bukannya tanpa celah.

Hingga 17 April 2026, puluhan kapal tanker lainnya juga dilaporkan menumpuk di sekitar selat, menunggu giliran atau mencari cara untuk melintas.

Data dari US Naval Institute bahkan menyebutkan bahwa 500 hingga 700 kapal sedang menunggu untuk melewati selat tersebut.

Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional PBB, Arsenio Dominguez, memperkirakan sekitar 20.000 pelaut di 1.600 kapal saat ini terjebak di Teluk Persia.

Halaman Selanjutnya
img_title