Jika Perang Laut Terjadi, Amerika Bakal Rugi Besar Lawan Iran, Ini Hitung-hitungannya
- Istimewa
Blokade ini menargetkan kapal-kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran.
Hingga 17 April 2026, puluhan kapal tanker dilaporkan menumpuk di sekitar selat.
Meskipun ada blokade, kapal tanker China, Rich Starry, dilaporkan menjadi kapal pertama yang berhasil melintas.
Iran mengumumkan hanya mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat.
Di antaranya seperti Rusia, China, Pakistan, Irak, dan India untuk melintasi selat dengan aman.
Potret Ilustrasi Selat Hormuz
- Istimewa
Situasi ini sangat kritis karena Selat Hormuz melayani sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Gangguan total di jalur ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga minyak hingga $150–$200 per barel dan mempercepat resesi ekonomi global.
Pasukan Darat Siaga Total
Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menekankan kesiapan militer penuh negara itu untuk menghadapi ancaman dan agresi lawan
"Angkatan Bersenjata Iran tetap waspada dan siap untuk merespons secara tegas," katanya dikutip dari Tasnim News pada Jumat, 17 April 2026.
Ia memastikan, bahwa Angkatan Darat Iran, mengikuti perintah Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei.
Pasukan ini mengandalkan kemampuan dalam negeri, pengetahuan terkini, dan semangat yang kuat.
"Dengan tekad yang teguh, pengawasan yang cermat, kemauan yang kuat, dan jari-jari di pelatuk, siap menghadapi setiap ancaman atau tindakan agresi musuh dan akan tetap berkomitmen pada sumpahnya hingga nafas terakhir."
Penampakan kota rudal bawah tanah Iran
- Istimewa
Mayor Jenderal Hatami juga menegaskan, bahwa Angkatan Darat Iran akan terus seperti di masa lalu, bergerak dengan teguh dan penuh kekuatan.
"Menuju terwujudnya cita-cita luhur Revolusi Islam dan melayani rakyat, berdiri dengan hormat dan perlawanan hingga mencapai kemenangan akhir."