PB INKANAS Gandeng Kemensos Bangun Pendidikan Berkarakter dan Bela Diri melalui Sekolah Rakyat

Kerja sama INKANAS dan Kemensos
Sumber :
  • istimewa

Siap – Dalam rangka memperkuat pembangunan karakter generasi muda Indonesia, Pengurus Besar Institut Karate-do Nasional (PB INKANAS) menjalin kerja sama dengan Kementrian Sosial.

img_title Dari Gunung Halimun, Brimob Polri Beri Layanan Kesehatan Gratis dan Paket Sembako untuk Warga Desa Malasari

Sebagai langkah awal, telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Umum PB INKANAS (Ex-Officio), Komjen Pol. Ramdani Hidayat dengan Menteri Sosial Republik Indonesia (Ex-Officio),  Saifullah Yusuf di Gedung Gineung Pratidina, Mako Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Kota Depok, Selasa (14/4).

Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah dalam memperkuat pembentukan karakter generasi muda, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

img_title Kapolri Instruksikan Brimob Siaga Total Antisipasi Imbas Perang AS dan Iran

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kerja sama ini sangat relevan dalam mendukung pendidikan karakter berbasis asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

“Jadi hari ini kita bekerja sama dengan INKANAS. Tentu ini adalah satu hal yang kita butuhkan, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat,” katanya seperti dikutip, Rabu (15/4/2026).

img_title Brimob X-Treme 2026 Disebut Sebagai Sarana Pembinaan Kemampuan Teknis dan Mental Penembak

Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah berasrama dengan sistem pembinaan selama 24 jam. Di dalamnya, tidak hanya menekankan aspek akademik tetapi juga karakter.

“Sebagaimana diketahui, Sekolah Rakyat ini adalah sekolah berasrama yang siswa-siswanya berasal dari keluarga yang paling tidak mampu, di mana mereka dididik secara berkelanjutan selama 24 jam,” ujarnya.

Sekolah Rakyat ini adalah sekolah resmi sehingga pendidikan akademik diajarkan. Jam belajar dimulai pukul 07.00- 15.00 WIB.

Sedangkan selebihnya adalah pendidikan karakter sehingga dinamakan sekolah berasrama.

Ia menekankan bahwa penguatan karakter menjadi inti dari konsep Sekolah Rakyat, yang dilengkapi dengan berbagai kegiatan pembinaan di luar jam pelajaran formal.

“Sekolahnya seperti sekolah umum, berasramanya adalah pendidikan karakter. Nah, pendidikan karakter itu ada pelajaran agama sesuai keyakinan masing-masing, tapi juga ada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, mungkin seni bela diri, baris-berbaris, sesuai dengan minat dan bakat siswa,” tukasnya.

Dalam konteks tersebut, kehadiran INKANAS menjadi penting untuk memberikan pelatihan karate sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.

“Nah, secara khusus hari ini kami ingin memberikan penguatan dengan memberikan kesempatan siswa Sekolah Rakyat bisa memperoleh pembelajaran seni bela diri, dalam hal ini adalah karate,” ungkap Gus Ipul.

Halaman Selanjutnya
img_title