Lagi, Unggahan Donald Trump Menyerupai Yesus Bikin Geger, Saya Memang Mengunggahnya?
- Istimewa
Siap –Seakan tak ada habis habisnya membuat dunia heboh dengan segala macam pertanyaan di Perang Iran, kini Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat heboh jahat Maya hingga viral.
Meski unggahan yang menampilkan dirinya yang disebut menyerupai Yesus Kristus di Platform Truth Social telah dihapus, namun kecaman dari berbagai pihak masih terus berlanjut hingga viral.
Usai unggahan tersebut viral, Donald Trump mengatakan bahwa dirinya membantah bahwa gambar tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok religius.
"Saya memang mengunggahnya dan saya pikir itu saya sebagai dokter terkait palang merah yang kami dukung," kat Trump seperti dilansir CNBC, Selasa (14/4).
Ia juga menyebut tudingan bahwa ia memposisikan dirinya sebagai Yesus adalah berita palsu. Menurutnya gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai sosok yang menyembuhkan orang.
"Seharusnya itu saya sebagai seorang dokter yang menyembuhkan orang, jauh lebih baik," kayanya.
Unggahan yang diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan itu muncul pada Minggu (12/4/2026) malam, tak lama setelah Trump melontarkan kritik terhadap Pope Leo XIV terkait sikapnya atas kebijakan militer AS di Iran dan Venezuela.
Dalam unggahan itu Trump terlihat mengenakan jubah putih dan meletakkan tangan pada seorang pria yang terlihat sakit, dengan cahaya terang memancar dari tangannya.
Latar belakang menampilkan simbol-simbol Amerika seperti bendera, elang, serta pesawat militer.
Namun demikian, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai komentar terkait penghapusan unggahan tersebut.
Disisi lain, kritik keras dari berbagai pihak, termasuk komentator Kristen konservatif Megan Basham yang menyebut unggahan itu sebagai "penistaan yang sangat keterlaluan".
Ia mendesak Trump segera meminta maaf kepada publik dan kepada Tuhan. Sementara itu, mantan anggota Kongres dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene juga mengecam tindakan tersebut.
Ia menilai unggahan itu tidak pantas, terlebih karena bertepatan dengan perayaan Paskah Ortodoks.
Namun, Wakil Presiden JD Vance membela Trump dengan menyebut unggahan tersebut sebagai lelucon yang tidak dipahami banyak orang.
"Presiden suka mencampuradukkan berbagai hal di media sosial, dan itu salah satu hal baik: dia tidak disaring," ujarnya dalam wawancara dengan Fox News.