Selat Hormuz "Mendidih" Akibat Ulah Trump, Iran Ambil Tindakan Tegas, Kapal yang Terkait dengan AS Makin Tercekik
- Istimewa
Siap –Gagalnya perundingan di Islamabad Pakistan membuat konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, terlebih setelah Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz.
Menanggapi hal tersebut militer Iran dengan tegas menyatakan bahwa ancaman apapun terhadap pelabuhannya akan memicu respon regional yang lebih luas.
Bahkan mereka menyebut bahwa tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman yang akan tetap aman jika fasilitas maritimmya sendiri menjadi sasaran.
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya mengatakan bahwa memastikan keamanan di dua perairan strategis tersebut adalah masalah bersama dan menekankan jika hal tersebut harus berlaku untuk semua pihak atau tidak sama sekali.
"Angkatan bersenjata Iran menganggap bahwa pembelaan hak hak nasional negara sebagai kewajiban yang wajar dan sah termasuk kedaulatan di perairan teritorial negara," katanya seperti dilansir Press TV.
Lebih lanjut Ia menekankan, bahwa perlindungan keamanan maritim di perairan Iran akan terus dilakukan secara tegas sekaligus menegaskan bahwa kapal kapal yang terkait dengan pasukan musuh tidak diizinkan melintasi Selat Hormuz.
"Sedangkan kapal lain mungkin dapat terus melintasi jalur tersebut dengan syarat mereka mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran," lanjutnya.
Mengingat ancaman yang sedang berlangsung, Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan selat Hormuz bahkan setelah krisis ini terselesaikan.
Ia memperingatkan bahwa jika keamanan pelabuhan Iran terancam, tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman yang akan tetap aman.