Sebanyak 150.000 Tentara Zionis Israel Kabur, 8 Terluka dan 3 Tewas di Tengah Eskalasi Iran
- Siap.viva/Sprinter Press
Siap – Tentara Zionis Israel melaporkan bahwa 8 prajuritnya terluka di Lebanon selatan, dengan sebagian besar luka sedang hingga berat.
Di tengah-tengah operasi darat yang sedang berlangsung di Gaza Utara, tiga IDF Zionis dilaporkan tewas terlebih dahulu.
Dan yang lebih mengkhawatirkan: prajurit Israel takut mati. Sekitar 150.000 prajurit telah melarikan diri dari medan pertempuran.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik.
Ini adalah potret nyata dari sebuah mesin perang yang mulai berkarat.
Di saat dunia disibukkan dengan drama diplomatik antara Donald Trump dan Paus Leo XIV, serta ketegangan perang Iran yang terus memanas, garis depan yang sesungguhnya—tempat darah benar-benar mengalir—berada di Gaza dan Lebanon.
Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa militer Israel sedang menghadapi krisis terburuknya sejak perang Yom Kippur 1973.
Bukan karena kekurangan rudal atau jet tempur. Tapi karena tentaranya—manusia-manusia di balik seragam—mulai patah.
Korban Berjatuhan di Lebanon Selatan
Laporan terbaru dari militer Israel sendiri mengonfirmasi bahwa 8 prajuritnya mengalami luka-luka dalam pertempuran di Lebanon selatan.
Sebagian besar luka sedang hingga berat. Ini bukan insiden terisolasi.
Dalam 24 jam terakhir saja, serangan Israel di Lebanon selatan telah menewaskan sedikitnya 22 orang, menurut laporan media Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat bahwa total korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah mencapai lebih dari 2.020 orang, termasuk 165 anak-anak dan hampir 250 wanita.
Serangan balasan dari Hizbullah pun tak kalah dahsyat.
Kelompok pejuang Lebanon itu mengaku telah meluncurkan roket dan drone ke posisi-posisi militer Israel, serta menghancurkan setidaknya satu tank Merkava dalam serangan balasan mereka.
Yang membuat situasi semakin rumit, Israel menyatakan akan menolak gencatan senjata dengan Hizbullah saat pertemuan yang dijadwalkan di Washington pekan depan.
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mengatakan bahwa Israel menolak untuk membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hizbullah.
Artinya, pertumpahan darah di perbatasan utara akan terus berlanjut.
Gaza Utara: Tiga Tewas, Operasi Darat Terus Berlanjut
Sementara darah mengalir di Lebanon, front Gaza juga tidak kalah panas.