UI - PP Muhammadiyah Tegaskan Peran Kampus dan Civil Society dalam Menjaga Arah Perubahan Sosial
- istimewa
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial dinilai telah membentuk realitas baru yang memengaruhi cara berpikir dan berinteraksi masyarakat, sekaligus mendorong pergeseran nilai dari kolektivitas menuju individualisme dan materialisme.
Ia mengingatkan adanya kecenderungan peluruhan nilai moral dan keadaban dalam kehidupan publik, termasuk dalam praktik komunikasi sosial.
Nilai-nilai agama dan budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bersama dinilai semakin tergerus, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi nilai yang berakar pada spiritualitas dan kearifan lokal.
Sementara itu, dalam konteks kebangsaan dan global, ia menilai bahwa liberalisasi politik dan ekonomi pascareformasi belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan nilai, yang berimplikasi pada munculnya praktik politik transaksional dan melemahnya etika publik.
Di sisi lain, dunia juga menghadapi krisis eksistensial, seperti kerusakan lingkungan dan tantangan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan, yang berpotensi melampaui kendali manusia jika tidak diiringi kebijaksanaan.
“Untuk itu, penting bagi kita untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebijaksanaan, musyawarah, dan keadaban dalam kehidupan berbangsa. Perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus bersinergi memperkuat peran kolaboratif dalam merespons perubahan secara konstruktif melalui pendekatan dialog, moderasi, dan saling menghargai,” ujar Prof. Haedar.
Kuliah umum yang disampaikan Prof. Haedar tersebut memperkaya makna kerja sama UI dan PP Muhammadiyah dengan perspektif nilai dan pemikiran kritis mengenai peran intelektual dan masyarakat sipil dalam menghadapi perubahan sosial.
Gagasan yang disampaikan tidak hanya menjadi refleksi atas kondisi kekinian, tetapi juga menawarkan arah bagi penguatan peran kampus dan civil society dalam membangun tatanan masyarakat yang lebih beradab.
Melalui kerja sama ini, UI dan Muhammadiyah berkomitmen untuk mengoptimalkan peran masing-masing dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya, tercerahkan, dan beradab, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.