Panas! Trump Hina Paus Leo XIV Usai Kritik Perang Iran
- Kolase Siap.viva
Siap – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan serangan verbal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia.
Di tengah eskalasi perang melawan Iran, Trump mengecam keras kritik Paus terhadap kebijakan luar negerinya dan secara berani mengklaim bahwa posisi Paus di Vatikan hanya ada karena dirinya.
"Saya tidak ingin paus yang menganggap boleh bagi Iran memiliki senjata nuklir. Saya tidak ingin paus yang menganggap mengerikan karena AS menyerang Venezuela. Saya tidak ingin paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat," tulis Trump di platform Truth Social pada Ahad (12/4/2026) malam.
Unggahan yang sangat tidak hormat itu langsung mengguncang dunia.
Seorang presiden AS secara terbuka menghina pemimpin spiritual 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Dan ini terjadi di saat ketegangan geopolitik sedang memuncak akibat perang Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Ini bukan sekadar pertengkaran diplomatik biasa.
Ini adalah benturan antara kekuatan politik sekuler paling besar di dunia dengan otoritas moral tertinggi umat Katolik. Dan pemicunya adalah perang.
Akar perselisihan ini bermula beberapa pekan sebelumnya.
Paus Leo XIV, paus pertama yang lahir di Amerika Serikat, mulai vokal mengkritik kebijakan militer Trump di Timur Tengah.
Pada awal April, setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyerukan doa bagi para tentara AS yang bertempur di Iran, Paus Leo memberikan respons yang menohok.
Dalam sebuah homili di Basilika Santo Petrus, Paus Leo menyatakan bahwa ambisi untuk mendominasi bangsa lain sama sekali tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.
Ia mengecam apa yang disebutnya sebagai "delusi kemahakuasaan" yang mendorong konflik berskala besar.
Tanpa menyebut nama secara langsung, pesan itu jelas tertuju pada Trump dan jajarannya yang kerap menyombongkan kekuatan militer AS.
Puncaknya terjadi pada pekan lalu.
Paus Leo secara terbuka menyebut ancaman Trump terhadap rakyat Iran sebagai tindakan yang benar-benar tidak dapat diterima.
Ia juga mendesak para pemimpin dunia untuk segera menghentikan permusuhan.