Gas Terus, Ini Jurus Jitu Walikota Depok Atasi Buta Huruf Al Qur'an Sejak Dini, Ini Jadi Perhatian Khusus

Potret Walikota Depok Supian Suri
Sumber :
  • Istimewa

SiapWalikota Depok Supian Suri mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait program Bimbingan Rohani (Bimroh) agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata khusus dalam persoalan mengatasi persoalan buta huruf Al Qur'an di kalangan pelajar.

img_title Cek Pembangunan RKAI, Walkot Depok Ungkap Progresnya

Ia mengatakan, sebelumnya alokasi anggaran Bimroh cukup besar dengan cakupan hingga 2.000 peserta. 

Namun, kata Dia, dengan kondisi fiskal yang mengalami pengurangan sekitar Rp380 miliar, pemerintah harus melakukan penyesuaian tanpa menghilangkan prioritas utama.

img_title Eks Walikota Cantik Ini Dipenjara Usai Cabuli Siswa SMA, Korban Sahabat Anaknya Sendiri

“Ini bukan semata-mata efisiensi, tetapi ada prioritas yang harus kita penuhi. Kita evaluasi agar anggaran yang ada benar-benar memberikan dampak,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal bersama MUI Kota Depok, dikutip Senin (13/4).

Lebih lanjut ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi  literasi Al-Qur’an di Kota Depok, khususnya di kalangan siswa sekolah dasar negeri. 

img_title Depok Viral Gegara Pocong Keliling Walikota: Kayaknya Sudah Ga Berani Lagi Gentayangan?

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dari sekitar 32 ribu lulusan SD setiap tahun, hanya sekitar 30 persen yang mampu membaca Al-Qur’an.

“Artinya masih banyak anak-anak kita yang belum bisa baca Al-Qur’an. Ini jadi perhatian serius,” tegasnya.

Karenanya, lanjut Supian Suri,  Pemkot Depok berencana mengarahkan fokus program Guru Lekar agar lebih menyasar para guru ngaji, yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an anak-anak sejak dini.

Supian Suri menilai, selama ini pelaksanaan Bimroh belum sepenuhnya tepat sasaran, karena tidak seluruh penerima manfaat merupakan pengajar langsung di lapangan.

“Kita ingin kembalikan ke tujuan awal, yaitu memperkuat peran guru ngaji. Harus jelas berapa anak yang diajar, metode yang digunakan, dan bagaimana hasilnya,” katanya.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak seperti MUI, Kementerian Agama, serta organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah untuk merumuskan langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.

Sebelumnya, Pemkot Depok juga telah menjalin kerja sama dengan Muslimat NU dalam uji coba metode pembelajaran Al-Qur’an di sejumlah titik sebagai pilot project.

"Metodenya ternyata beragam dan efektif. Ini akan kita kembangkan. Yang penting anak-anak kita lulus SD sudah bisa baca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title