Gawat, Perundingan AS - Iran di Pakistan Mandek, Rusia Turun Tangan?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Kabar mengejutkan, baru baru beredar kabar bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan turun tangan dan siap membantu menengahi konflik Amerika Serikat dan Iran usai perundingan kedua negara di Pakistan menemui jalan buntu alias "Mandek".

Perang Besar di Depan Mata, Pesan Presiden Iran untuk Dunia Islam Bikin Dunia Tersentak

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Putin saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Putin menegaskan soal kesiapannya untuk memfasilitasi pencarian penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik tersebut dan untuk menengahi upaya mencapai perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah," demikian pernyataan kantor kepresidenan Rusia Kremlin seperti dilansir Moscow Times.

Hari ke-79 Perang dengan Amerika, Iran Siapkan Rencana Baru di Selat Hormuz, Begini Aturan Mainnya

Sementara itu, presiden Pezeshkian dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada Rusia atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikan.

Menurut pernyataan Kremlin, Presiden Iran menyampaikan rasa terima kasih atas posisi prinsip Rusia termasuk di platform internasional, yang bertujuan untuk meredakan situasi.

Timur Tengah Siaga Satu, Trump Ancam Serang Iran: Tidak Akan Ada yang Tersisa dari Mereka

"Untuk tujuan ini, Rusia akan terus melakukan kontak aktif dengan semua mitra di kawasan ini," lanjut pernyataan itu.

Potret Ilustrasi

Photo :
  • Istimewa

Dugaan Penyebab Perundingan

Mandek Konflik Amerika Serikat kembali memanas setelah perundingan di Pakistan menemui jalan buntu alias "Mandek".

Terkait hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai bahwa sikap Amerika Serikat yang tidak konsisten alias "Plin Plan" menjadi hambatan utama dalam proses perundingan.

Disitat dari Tasnim, dalam keterangannya Araghchi menyebut bahwa Washington kerap menunjukan perubahan sikap dalam waktu singkat.

Sontak hal ini dinilai menyulitkan tercapainya kesepakatan karena komunikasi yang terjalin tidak berjalan secara stabil dan dapat diprediksi.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya sekedar perbedaan pandangan biasa, namun juga mengindikasikan adanya faktor lain yang menyebabkan negosiasi tidak berjalan lancar.

Bahkan muncul dugaan bahwa gagal nya perundingan tersebut terjadi karena adanya unsur kesengajaan dari Amerika Serikat.

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa mereka tetap membuka ruang komunikasi.

Namun, komunikasi yang terjadi sejauh ini lebih bersifat pertukaran pesan secara tidak langsung, bukan negosiasi formal yang dapat menghasilkan keputusan konkret.

Tak ayal, hal tersebut mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan antara kedua negara.

Halaman Selanjutnya
img_title