Bertaraf Internasional, 475 Penembak Unjuk Gigi di Ajang Brimob X Treme 2026
- Istimewa
Siap – Brimob X Treme 2026, ajang menembak bergengsi bertaraf internasional resmi digelar. Kompetisi ini melibatkan sebanyak 475 peserta, beberapa di antaranya berasal dari luar negeri.
Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Ramdani Hidayat mengatakan, bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian jelang peringatan HUT Brigade Mobile atau Brimob.
"Walaupun HUT Brimob-nya adalah November, tapi kami ambil jauh-jauh hari agar nanti (acaranya) tidak bertumpuk," katanya pada Sabtu, 11 April 2026.
Komjen Ramdani mengatakan, event kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau biasanya Brimob Cup itu hanya khusus anggota kami, kemudian kita karena ada saran akhirnya dibuka untuk luar, termasuk dari peserta luar Brimobnya, baik itu daerah maupun Alhamdulillah diikuti oleh luar negeri juga," jelasnya.
Kemudian, jumlah stage menembak diperbanyak hingga 20 titik dengan rintangan yang lebih menantang, seperti helikopter, jetski, dan bus.
Kompetisi Brimob X Treme 2026 di Depok
- Istimewa
Komjen Ramdani mengaku, ide kompetisi Brimob X Treme ini berawal dari obrolan ringan di lapangan tembak. Tujuan awalnya adalah untuk silaturahmi antar penembak.
"Jadi ini ajang awal pertamanya adalah yang kita utamakan adalah ajang silaturahmi. Karena mungkin untuk tempat tertentu mungkin terbatas, dan Alhamdulillah di sini kami buat bagaimana senyaman mungkin untuk peserta menembak," tuturnya.
Selain itu, event ini sengaja digelar untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme, khususnya anggota Brigade Mobile.
"Dan Alhamdulillah tahun ini tidak reaksi aja, tapi presisi juga dan pesertanya memang banyak, sekitar 475 orang. Kemudian kalau seperti itu kita juga belajar sama penembak-penembak yang baik itu tingkat regional, nasional sampai internasional."
"Nah mudah-mudahan khususnya di Brimob dan khususnya di Polri juga membuat atau dapat bibit-bitit untuk penembak-penembak berkaitan yaitu presisi maupun nembak reaksi ini," ucapnya lagi.
Komjen Ramdani menegaskan, bahwa menembak adalah bagian dari kemampuan pasukan Brigade Mobile.
"Karena itu juga, kita juga harus tingkatkan kemampuan. Tidak bisa kita hanya latihan-latihan tanpa kompetensi. Nah inilah ajang kompetensi, ajang belajar, ajang evaluasi bagi kita semuanya khususnya di jajaran Korps Brimob ini," tuturnya.
Adapun 475 peserta tersebut, beberapa di antaranya berasal dari luar negeri, seperti Malaysia mengirim 17 peserta, China 1 peserta, dan Korea Selatan 2 peserta.