Rudal Iran Hantam Tel Aviv: Hizbullah Balas 160 Bom Israel, Warga Yaman Ikut Bertempur

Rudal Hizbullah Hantam Tel Aviv
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Langit malam Tel Aviv yang biasanya gemerlap berubah menjadi merah oleh sirine peringatan serangan udara. Hizbullah menyerang Tel Aviv, Jumat, 10 April 2026 dini hari.

Hari ke-79 Perang dengan Amerika, Iran Siapkan Rencana Baru di Selat Hormuz, Begini Aturan Mainnya

Sebagai respons atas pemboman Israel yang menewaskan lebih dari 300 warga Lebanon sehari sebelumnya, milisi Lebanon melanjutkan serangan di wilayah utara.

Mereka meningkatkan intensitas serangan sebagai bentuk balasan.

Timur Tengah Siaga Satu, Trump Ancam Serang Iran: Tidak Akan Ada yang Tersisa dari Mereka

Milisi tersebut mulai menargetkan wilayah yang lebih strategis.

Mereka bahkan menyerang ibu kota Israel menggunakan rudal jarak menengah buatan Teheran.

Presiden Iran: Negara Islam Jangan Mau Diadu Domba AS-Israel

Sirine berbunyi di seluruh wilayah Tel Aviv pada dini hari Jumat, 10 April 2026.

Warga berhamburan keluar dari tempat tidur mereka menuju tempat perlindungan bom.

Suara ledakan menggema di langit saat sistem Iron Dome berusaha mencegat rudal-rudal yang melesat dari arah utara.

Militer Israel mengkonfirmasi bahwa serangan itu terjadi dan sebagian rudal berhasil dicegat.

Namun, puing-puing dari hasil intersepsi jatuh di wilayah pemukiman, memicu kepanikan massal.

“Kami mendengar ledakan keras. Saya mengira itu adalah gempa bumi,” kata seorang warga Tel Aviv kepada Reuters.

“Kemudian sirine berbunyi, dan kami berlari ke bunker. Ini adalah pertama kalinya Tel Aviv terkena serangan langsung sejak perang dimulai.”

Koalisi Perlawanan: Yaman Juga Ikut Ambil Bagian

Ada laporan bahwa warga Yaman juga ikut berpartisipasi dalam serangan ini.

Kelompok Houthi yang didukung Republik Islam di Yaman telah beberapa kali mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersama dengan Teheran dan Hizbullah.

Sejak 28 Maret 2026, Houthi mulai meluncurkan rudal dan drone ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap front perlawanan di Republik Islam, Irak, Lebanon, dan Palestina.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi al-Masirah, juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan bahwa operasi bersama ini menargetkan Bandara Ben Gurion dan situs-situs militer strategis lainnya.

“Operasi ini dilakukan bersama dengan Korps Garda Revolusi Iran, tentara Iran, dan Hizbullah di Lebanon,” tegas Sarea, menambahkan bahwa misi tersebut berhasil mencapai tujuannya.

Aliansi ini menunjukkan bahwa konflik yang awalnya merupakan perang antara AS-Israel melawan Republik Islam kini telah melebar menjadi perang regional multi-front.

Halaman Selanjutnya
img_title