Iran Siap Hadapi Skenario Licik AS-Israel di Balik Modus Gencatan Senjata
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran memastikan bahwa pihaknya siap menghadapi berbagai skenario yang mungkin dilakukan Amerika Serikat dan Israel di tengah upaya gencatan senjata.
Dilansir dari kantor berita Tasnim News, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa perundingan untuk mengakhiri perang bergantung pada kepatuhan AS terhadap komitmen gencatan senjata di semua lini, khususnya di Lebanon.
Baqaei mengutuk keras kejahatan yang dilakukan oleh rezim zionis di Lebanon.
Tak lupa, ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam dari rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran kepada keluarga para martir dan kepada rakyat serta pemerintah Lebanon, serta berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan para korban luka.
Baqaei memuji perlawanan legendaris rakyat Lebanon terhadap kebiadaban dan ekspansionisme rezim Zionis , serta memuji dukungan dan solidaritas yang sangat berharga dari rakyat Lebanon kepada Iran selama agresi militer AS-Israel.
“Saat ini solidaritas dan simpati antara rakyat Iran dan Lebanon lebih besar daripada kapan pun dalam sejarah,” katanya dikutip pada Jumat, 10 April 2026.
Potret Ilustrasi
- Istimewa
Kemudian, mengenai isu gencatan senjata, Baqaei menegaskan, salah satu poinnya adalah menghentikan serangan Israel ke Lebanon.
“Penghentian perang di Lebanon merupakan bagian integral dari kesepahaman gencatan senjata yang diusulkan oleh Pakistan, dan sebagaimana yang secara eksplisit diumumkan oleh perdana menteri negara tersebut," jelasnya.
"Amerika Serikat berkomitmen untuk menghentikan perang di semua lini, termasuk di Lebanon, dan setiap tindakan atau posisi yang bertentangan dengan komitmen ini akan sama dengan Amerika Serikat tidak mematuhi komitmennya," sambung dia.
Lebih lanjut ketika ditanya tentang tempat dan waktu pembicaraan mengenai pengakhiran perang sepenuhnya dengan AS, Baqaei mengatakan, bahwa Pemerintah Pakistan telah mengundang kedua pihak untuk melakukan perjalanan ke Islamabad.
"Tetapi tanpa ragu, penyelenggaraan pembicaraan apa pun bergantung pada jaminan pemenuhan kewajiban AS mengenai gencatan senjata di semua lini.”
Selama Amerika dan sekutunya tak memenuhi syarat gencatan senjata, maka Republik Islam tak akan mengirim perwakilan negosiasi.
“Jika rencana perjalanan telah diselesaikan, susunan delegasi yang akan dikirim juga akan diumumkan.”