Pedas, Ini Sindiran Menohok Iran untuk Presiden Amerika Donald Trump, AS Jadi Alat Israel Penuhi Ambisi Netanyahu?
- Istimewa
Siap –Menohok, Menteri Luar Negeri Iran melontarkan kritik pedas terhadap Amerika Serikat lantaran terus memberikan ruang bagi Israel untuk merusak stabilitas kawasan Timur Tengah.
Karenanya Ia menilai bahwa Washington sudah bertindak tidak logis dengan melakukan hal tersebut.
Tak hanya itu, Araghchi menyoroti agresi militer di Lebanon yang telah merenggut nyawa ratusan penduduk sipil sejak kesepakatan damai dimulai.
Menurutnya, kelanjutan peperangan merupakan strategi pribadi Netanyahu untuk menunda proses hukum yang dijadwalkan kembali untuk dirinya.
"Gencatan senjata di seluruh kawasan termasuk di Lebanon akan mempercepat pemenjaraannya," kata Araghchi lewat media sosialnya dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan tersebut merujuk pada ketakutan sang Perdana Menteri Israel akan kehilangan kekuasaan dan perlindungan politik jika perang berakhir.
Iran menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat memegang kendali untuk menentukan arah diplomasi atau membiarkan situasi makin memburuk.
Jika Washington lebih memilih membiarkan diplomasi mati, Araghchi memperingatkan adanya dampak buruk bagi stabilitas ekonomi negara adidaya itu.
"Jika AS ingin menghancurkan. Ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihan, kami pikir itu bodoh tetapi kami siap menghadapi," tulis Araghchi.
Nah yang menarik, pilihan kata Araghchi ini menyerupai pernyataan sinis yang sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.
Wapres AS itu sempat memperingatkan pihak Teheran agar tidak merusak kesepakatan damai melalui proksinya di wilayah Lebanon.
Kini, perselisihan mengenai apakah Lebanon masuk dalam cakupan gencatan senjata atau tidak menjadi bom waktu bagi perdamaian.
Pemerintah Iran bahkan memberikan sinyal kuat akan mengambil langkah militer jika Israel tidak segera menghentikan serangannya.
Salah satu opsi yang muncul adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz sebagai respon atas tindakan sepihak militer Israel tersebut.