Israel Sesumbar Operasi Militer ke Iran Belum Selesai, Mojtaba Khamenei: Tidak Akan Ada yang Lepas dari Hukuman!!!

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Lagi PM Israel Benjamin Netanyahu kembali membuat pernyataan yang mengejutkan ditengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Hari ke-79 Perang dengan Amerika, Iran Siapkan Rencana Baru di Selat Hormuz, Begini Aturan Mainnya

Disitat dari kompas tv, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum selesai meski gencatan senjata telah disepakati.

Israel tetap menggempur Hizbullah, pergerakan perlawanan di Lebanon yang mendukung perjuangan Iran saat digempur Israel dan Amerika.

Timur Tengah Siaga Satu, Trump Ancam Serang Iran: Tidak Akan Ada yang Tersisa dari Mereka

Padahal serangan tersebut disebut melanggar gencatan senjata yang diajukan Iran.

"Biarkan saya memperjelas ini, kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan dan kami akan mencapainya baik melalui kesepakatan maupun melalui perang kembali," ucap Netanyahu lewat siaran televisi Israel dilansir (8/4).

Presiden Iran: Negara Islam Jangan Mau Diadu Domba AS-Israel

Ia juga menegaskan bahwa jeda pertempuran selama dua minggu ini bukanlah akhir dari kampanye militer Israel.

Potret PM Israel Benjamin Netanyahu

Photo :
  • Istimewa

Ia menyebut kondisi saat ini hanyalah salah satu tahapan untuk mencapai ambisi besar Israel dalam melumpuhkan kekuatan Iran.

"Kami siap kembali bertempur setiap saat jika diperlukan, jari kami tetap berada diatas pelatuk, ini bukan akhir dari perjuangan melainkan pencapaian semua tujuan kami," katanya.

Menurutnya, Iran memasuki masa jeda ini dalam kondisi rapuh dan lebih lemah akibat gempuran bertubi-tubi yang mereka terima.

Respon Mojtaba Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akhirnya muncul usai santer dirumorkan kondisinya kritis, Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak memulai perang, namun akan mempertahankan haknya dan siap merespon jika serangan kembali terjadi.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti negosiasi yang akan berlangsung di Pakistan, menurutnya, Iran akan menempuh jalur diplomasi namun ia memperingatkan bahwa pihak pihaknya tetap dalam posisi siaga menyusul kemungkinan serangan dari Israel dan Washington.

Potret pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Photo :
  • Istimewa

Dalam negosiasi itu Iran akan menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang serta pertanggungjawaban atas korban jiwa yang disebabkan oleh serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Ia menegaskan tidak akan membiarkan pihak yang menyerang tanpa hukuman.

"Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman. Kami akan menuntut ganti rugi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan yang terluka,” tegas Khamenei yang disiarkan melalui stasiun tv pemerintah Iran.