Jelang Negosiasi dengan AS di Pakistan, Khamenei: Mereka Harus Tanggungjawab Atas Tiap Tetas Darah yang Tumpah!!!
- Istimewa
Siap –Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akhirnya muncul usai santer dirumorkan kondisinya kritis, Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak memulai perang, namun akan mempertahankan haknya dan siap merespon jika serangan kembali terjadi.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti negosiasi yang akan berlangsung di Pakistan, menurutnya, Iran akan menempuh jalur diplomasi namun ia memperingatkan bahwa pihak pihaknya tetap dalam posisi siaga menyusul kemungkinan serangan dari Israel dan Washington.
Dalam negosiasi itu Iran akan menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang serta pertanggungjawaban atas korban jiwa yang disebabkan oleh serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Ia menegaskan tidak akan membiarkan pihak yang menyerang tanpa hukuman.
"Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman. Kami akan menuntut ganti rugi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan yang terluka,” tegas Khamenei yang disiarkan melalui stasiun tv pemerintah Iran.
Terkait Selat Hormuz, Khamenei menyebut jalur tersebut akan memasuki “fase baru”, tanpa menjelaskan detail lebih lanjut.
Selat ini menjadi titik krusial dalam negosiasi karena perannya sebagai jalur utama energi global. Iran sendiri saat ini membuka kembali sebagian akses pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, muncul wacana bahwa mereka akan mengenakan tarif bagi kapal yang melintas sebagai bagian dari upaya pendanaan rekonstruksi.
Sebelumnya, Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat.
Proposal kedua negara menjadi perhatian karena akan menjadi penentuan tercapainya kedamaian di Timur Tengah.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon.
Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.
Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026.
Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan dari Washington dan Teheran.