Netanyahu vs Dunia: PM Israel Tegaskan Lanjut Perang, Iran Siapkan Respons Militer Besar-besaran
- Kolase Siap.viva
Siap – Gencatan senjata yang dinanti-nantikan oleh dunia antara Amerika dan Iran ternyata hanya bertahan beberapa jam.
Pada Kamis, 9 April 2026, Israel melancarkan serangan udara intensif terhadap wilayah-wilayah di Lebanon, menjatuhkan lebih dari 160 bom hanya dalam waktu 10 menit.
Tentara Israel menggambarkan serangan tersebut sebagai bagian dari operasi baru bernama "Kegelapan Abadi" (Eternal Darkness), mengklaim bahwa itu menargetkan situs-situs Hizbullah.
Namun faktanya, bangunan permukiman hancur total di tengah laporan ratusan korban jiwa.
Korban tewas akibat serangan dahsyat ini terus bertambah.
Menurut laporan terbaru Al Jazeera, setidaknya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya luka-luka.
Jumlah ini naik dari laporan awal yang menyebutkan 254 korban jiwa.
Lebih dari 1.400 anggota Hizbullah telah tewas dalam kampanye militer Israel sejak Maret 2026.
Angka ini lebih dari dua kali lipat jumlah korban dalam Perang Lebanon Kedua pada 2006.
Operasi "Kegelapan Abadi": 160 Bom dalam 10 Menit
Yang membuat serangan ini begitu mengerikan adalah intensitasnya.
Sekitar 50 jet tempur Israel ambil bagian dalam operasi skala besar ini.
Mereka menghantam sekitar 100 target yang diklaim sebagai pusat komando Hizbullah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.
Para saksi mata menggambarkan suasana panik di Beirut.
Ledakan terdengar simultan di berbagai distrik, termasuk di kawasan pemukiman padat seperti Corniche al Mazraa, Manara, dan Ain Al Mraiseh.
Seorang warga Beirut, Khaled Salam, menunjukkan kepada wartawan AFP tumpukan buku dan perlengkapan sekolah di antara reruntuhan.
"Lihat, ini buku catatan sekolah, catatan kelas, buku! Di mana Hizbullah di sini? Tidak ada Hizbullah di lingkungan ini!" protesnya dengan suara bergetar.
Ironi di Balik Gencatan Senjata AS-Iran
Potret Ilustrasi
- Istimewa
Kontroversi terbesar dari serangan ini adalah waktunya.
Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran, melalui mediasi Pakistan, mengumumkan penghentian semua serangan selama dua minggu.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata tersebut.
"Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel, kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menghantam Hizbullah di mana pun diperlukan," ujar Netanyahu dalam sebuah unggahan di media sosial.