Tak Percaya Janji Trump, Warga Iran Tolak Gencatan Senjata dengan AS-Israel
- Abdolrahman Rafati (Tasnim News)
Siap – Ribuan warga Republik Islam Iran kembali turun ke jalan. Mereka meneriakkan slogan anti gencatan senjata dan mengkritik kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Dikutip dari kanal YouTube Metro TV, aksi ini dilakukan di tengah upacara pemakaman Kepala Intelijen Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, Mayor Jenderal Majid Khademi.
Di tengah upacara pelepasan jenazah Mayor Jenderal Majid Khademi yang meninggal dunia dalam sebuah serangan zionis Israel pada hari Senin lalu, warga pro pemerintah menyerukan kemarahan terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Meskipun Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan setelah menyetujui jeda perang selama 2 Minggu, namun sebagian warga Teheran merasa dikhianati Amerika.
Itu lantaran drone dan rudal masih menghantam wilayah republik Islam serta negara-negara Teluk Arab.
Bahkan sebagian warga skeptis terhadap komitmen Amerika Serikat.
Iran Luncurkan Serangan ke-100 Terhadap Israel
Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC baru saja merilis peluncuran gelombang serangan ke-100 usai Israel melanggar gencatan senjata dengan melancarkan agresi militer ke wilayah Lebanon pada Rabu, 8 April 2026.
Selain sebagai aksi balasan, serangan ini juga untuk mengenang mantan pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah.
Iran mengatakan telah menyerang lebih dari 25 target strategis musuh. Serangan dilakukan usai Israel menyerang Hizbullah di Lebanon.
Sebelumnya, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama 2 minggu.
Dalam gencatan senjata itu, Republik Islam Iran menyodorkan 10 syarat, di antaranya penghentian agresi termasuk ke Lebanon.
Sementara Amerika Serikat menginginkan pembukaan Selat Hormuz.
Potret Ilustrasi
- Istimewa
Namun, selang beberapa jam kesepakatan tersebut, rentetan serangan udara Israel ke Beirut memicu kebakaran besar di ibu kota Lebanon.
Israel mengatakan, bahwa kesepakatan gencatan senjata itu tidak mencakup Lebanon.
Meskipun mediator Pakistan mengatakan sebaliknya.
Belum jelas apa yang menjadi sasaran, namun beberapa serangan terjadi di lokasi komersial yang ramai.
Sejak pecahnya perang Israel vs Hizbullah pada 2 Maret 2026, zionis secara teratur menyerang Lebanon selatan dan timur serta pinggiran selatan Beirut, tetapi jarang menyerang pusat kota.
Sejak itu lebih dari 1.500 orang tewas dan 1 juta orang mengungsi.