Bela Lebanon, Iran Luncurkan Serangan ke-100 Terhadap Israel
- Istimewa
Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC baru saja merilis peluncuran gelombang serangan ke-100 usai Israel melanggar gencatan senjata dengan melancarkan agresi militer ke wilayah Lebanon pada Rabu, 8 April 2026.
Selain sebagai aksi balasan, serangan ini juga untuk mengenang mantan pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah.
Iran mengatakan telah menyerang lebih dari 25 target strategis musuh. Serangan dilakukan usai Israel menyerang Hizbullah di Lebanon.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama 2 minggu.
Dalam gencatan senjata itu, Republik Islam Iran menyodorkan 10 syarat, di antaranya penghentian agresi termasuk ke Lebanon.
Sementara Amerika Serikat menginginkan pembukaan Selat Hormuz.
Potret Ilustrasi
- Istimewa
Namun, selang beberapa jam kesepakatan tersebut, rentetan serangan udara Israel ke Beirut memicu kebakaran besar di ibu kota Lebanon.
Israel mengatakan, bahwa kesepakatan gencatan senjata itu tidak mencakup Lebanon.
Meskipun mediator Pakistan mengatakan sebaliknya.
Belum jelas apa yang menjadi sasaran, namun beberapa serangan terjadi di lokasi komersial yang ramai.
Sejak pecahnya perang Israel Hizbullah pada 2 Maret 2026, zionis secara teratur menyerang Lebanon selatan dan timur serta pinggiran selatan Beirut, tetapi jarang menyerang pusat kota.
Sejak itu lebih dari 1.500 orang tewas dan 1 juta orang mengungsi.
Media Turkiye Anandolu Agency melaporkan salah satu serangan Israel mengenai sebuah restoran di kawasan Almazra di jantung Kota Beirut, Lebanon.
AS Memohon Selat Hormuz Dibuka
Di sisi lain, Gedung Putih mendesak agar selat segera dibuka serta menegaskan komitmen untuk menjaga proses perdamaian tetap berjalan sesuai rencana.
Meskipun Washington dan Teheran sama-sama mengklaim kemenangan atas kesepakatan genjatan senjata, serangan drone dan rudal masih terjadi di Iran dan kawasan Teluk.
Di sisi lain, Israel memperluas operasi militernya terhadap Hizbullah di Lebanon dengan menyasar area komersial dan permukiman di Beirut.
Sedikitnya 182 orang tewas dalam serangan brutal Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon pada Rabu, 8 April 2026 menjadikannya hari paling mematikan sejak konflik dimulai.
Bahkan Al Jaazera melaporkan korban tewas mencapai 254 orang dengan 1.165 orang lainnya terluka.