Iran Ungkap 24 Kegagalan Trump, Amerika Dibikin Babak Belur!

24 klaim kegagalan Trump di Timur Tengah
Sumber :
  • Siap.viva/The Resonance

Siap – Dia datang dengan gaya "pembuat kesepakatan."

Semangat Balas Dendam Iran Perangi Amerika-Israel, Mojtaba Khamenei Kutip Ayat Al Quran

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pergi dari Timur Tengah dengan rekor kekalahan yang nyaris sempurna atas Iran.

Selama masa jabatannya,Trump mengguncang meja diplomasi dengan ancaman militer, sanksi maksimal, dan dukungan penuh untuk Israel.

UPDATE IRAN: Gempuran Hizbullah ke Markas Militer Israel Tewaskan 18 IDF, Banyak Masih Terperangkap Reruntuhan

Tapi hasilnya? Republik Islam tidak hanya bertahan, melainkan justru memperkuat Poros Perlawanan.

Dari kegagalan mengubah pemerintahan Teheran hingga ketidakmampuan membuka Selat Hormuz secara paksa, Trump meninggalkan warisan strategis yang oleh banyak analis disebut sebagai "kegagalan berantai."

Iran Hentikan Diplomasi, Kritik AS dan Israel atas Pelanggaran Gencatan Senjata

Tercatat ada 24 poin kegagalan tersebut berdasarkan data dan peristiwa aktual.

Yang paling ironis? Trump akhirnya menyetujui gencatan senjata dengan imbalan persyaratan penuh dari Teheran, lalu mengklaim kemenangan bersejarah karena berhasil "membuka" Selat Hormuz.

Padahal, Selat tersebut tidak pernah ditutup.

1. Gagal Mengubah Pemerintahan Teheran

Salah satu tujuan utama kebijakan "tekanan maksimal" Trump adalah menjatuhkan rezim di Teheran.

Washington membayangkan kerusuhan massal akan menggulingkan Kepemimpinan Tertinggi Republik Islam.

Namun, kenyataan berkata lain.

Teheran justru mengalami pergantian presiden dari Hassan Rouhani yang relatif moderat ke Ebrahim Raisi yang lebih keras terhadap Barat.

Itu bukan kemenangan Trump, melainkan bumerang.

2. Gagal Merebut Minyak Iran

Trump pernah dengan lantang menyatakan ingin menghentikan ekspor minyak Republik Islam hingga nol.

Bahkan, ia menyebut ingin "merebut" sumber daya energi Teheran.

Faktanya, meskipun sanksi AS diperketat, Iran terus mengekspor minyak melalui berbagai celah, termasuk ke China, Venezuela, dan Suriah. Data dari U.S.

Energy Information Administration (EIA) 2020 menunjukkan Teheran masih mengirimkan rata-rata 500.000 barel per hari.

3. Gagal Membuka Selat Hormuz Secara Paksa

Trump mengancam akan mengerahkan armada laut terbesar AS untuk "memaksa membuka" Selat Hormuz.

Tapi ia dan para jenderalnya sadar bahwa kunci selat tersebut berada di tangan Garda Revolusi (IRGC).

Dengan ribuan ranjau, rudal anti-kapal, dan taktik perang asimetris, Teheran mampu menutup selat itu kapan saja. Trump tidak pernah berani mengambil risiko perang terbuka di sana.

4. Gagal Menghentikan Ekspor Minyak Teheran Sepenuhnya

Halaman Selanjutnya
img_title