Ancaman Trump Bakal Bumi Hanguskan Iran dalam Semalam Terbukti "Omdo", Gencatan Senjata Selama 2 Minggu
- Istimewa
Siap –Lagi ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbukti hanya gertak sambel, pasalnya, dengan alasan atas hasil percakapan dengan Menteri Pakistan dan Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, ia resmi mengumumkan soal penangguhan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu.
Padahal sebelumnya, Trump kembali mengeluarkan ancaman dengan mengatakan bahwa seluruh negara Iran akan dihancurkan dalam satu malam.
Ia mengisyaratkan malam yang dimaksud mungkin malam Selasa waktu setempat.
Sebelumnya juga Trump telah berjanji memberlakukan tengah waktu Selasa malam waktu Amerika atau Rabu WIB bagi Iran guna menyetujui kesepakatan gencatan senjata atau menghadapi serangan luas terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya.
Pengumuman pada Selasa (7/4) atau Rabu (8/4) waktu Indonesia, Ia setuju untuk menghentikan serangan yang direncanakan dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz
"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua Minggu," seperti dikutip Anadolu.
Sementara di media sosial, Trump juga mengunggah ungkapan "ini akan menjadi gencatan senjata dua arah" tulis Trump di Truth Social miliknya.
Diketahui, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mendesak agar Trump memperpanjang Tengah waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu.
"Memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya,"
Upaya diplomatik untuk penyelesaian damai perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah berjalan dengan mantap, kuat, dan efektif, dengan potensi menghasilkan hasil substantif dalam waktu dekat.
"Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sesuai jalurnya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu,” tulis Sharif melalui media sosial X.
"Pakistan, dengan tulus, meminta rekan-rekan Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai isyarat niat baik,” tambahnya.
Sharif juga mendesak semua pihak yang bertikai untuk mematuhi gencatan senjata di seluruh wilayah selama dua minggu untuk memungkinkan diplomasi mencapai penyelesaian akhir perang, demi kepentingan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
Hal ini terjadi beberapa jam sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Trump bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali, pernyataan yang memicu spekulasi menjelang tenggat waktu pukul 8.00 malam Waktu Timur untuk untuk Iran.