Iran Incar Universitas Amerika di Timur Tengah, Kedubes AS Minta Warganya Segera Kabur dari Lebanon
- Siap.viva/Middle East Monitor
Siap – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut pada Jumat, 3 April 2026, mengeluarkan peringatan paling mendesak sejak perang Iran-AS dimulai.
Warga AS diminta segera meninggalkan Lebanon selagi penerbangan komersial masih tersedia.
Peringatan ini muncul di tengah eskalasi dramatis konflik yang kini memasuki front Lebanon.
Israel telah membombardir Lebanon selatan, wilayah Beqaa, dan sebagian ibu kota Beirut dengan serangan udara dan operasi darat sejak serangan lintas batas Hizbullah pada 2 Maret 2026.
Yang lebih mengkhawatirkan, Iran secara eksplisit mengancam akan menargetkan universitas-universitas Amerika di seluruh Timur Tengah.
Situasi Tetap Tidak Menentu dan Tidak Dapat Diprediksi
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui platform OSAC (Overseas Security Advisory Council) Departemen Luar Negeri AS, kedutaan menggambarkan situasi keamanan di Lebanon saat ini tidak dapat diprediksi dan mudah berubah setiap saat.
"Serangan udara, aktivitas pesawat tanpa awak, dan tembakan roket terus berlanjut di seluruh negeri," demikian bunyi peringatan tersebut.
Serangan telah dilaporkan terjadi di Lebanon selatan, wilayah Beqaa, dan sebagian ibu kota Beirut.
Wilayah pinggiran selatan Beirut, yang merupakan basis kuat Hizbullah, menjadi sasaran berulang kali.
Poin paling mencolok dari peringatan kedutaan adalah pengakuan bahwa Iran dan milisi teroris yang bersekutu dengannya mungkin bermaksud menargetkan universitas-universitas di Lebanon.
"Iran secara khusus mengancam universitas-universitas Amerika di seluruh Timur Tengah," tegas pernyataan tersebut.
Ancaman ini mengubah kalkulus perang secara signifikan.
Sebelumnya, target-target Iran lebih fokus pada fasilitas militer dan infrastruktur energi AS.
Kini, institusi pendidikan—yang seharusnya menjadi zona netral dalam konflik bersenjata—masuk dalam daftar sasaran.
Para analis melihat ini sebagai strategi Iran untuk memperluas medan perang ke ranah psikologis dan ekonomi.
Dengan mengancam universitas AS, Iran ingin memaksa Washington memikirkan ulang keberadaan aset-aset Amerika di kawasan yang kini menjadi "zona merah."
Kedutaan AS tidak hanya memberikan peringatan umum.
Mereka secara spesifik menyebutkan wilayah-wilayah yang harus segera ditinggalkan oleh warga AS:
- Lebanon selatan — Garis depan konflik antara Hizbullah dan pasukan Israel