Trump Koar koar Ingin Sudahi Perang Iran, Ternyata Begini Buktinya, Cuma di "Prank"?
- Istimewa
Siap –Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan ingin mengakhiri perang dengan Iran ternyata hanya isapan jempol belaka alias cuma retorika, pasalnya, baru baru ini Menteri perang AS Pete Hegseth, melontarkan ancaman kontroversial yang mengguncang publik.
Ia menyatakan akan membom Iran "kembali ke zaman batu".
Sontak pernyataan tersebut langsung menuai respons sengit dari panglima tertinggi angkatan udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Komandan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Mousavi, tidak tinggal diam.
Ia dengan tegas membalik ancaman tersebut dan mengirimkan peringatan yang mengerikan bagi Washington.
"Hollywood telah meracuni pikiranmu," ujar Moosavi.
Ia kemudian melontarkan pernyataan yang menjadi pusat perhatian dunia.
"Satu-satunya yang bisa kau bawa adalah prajuritmu ke kuburan."
Ancaman "Zaman Batu" Pete Hegseth Pernyataan kontroversial ini pertama kali muncul dari akun media sosial Pete Hegseth.
Dalam unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), Menteri Perang AS yang baru dilantik itu hanya menuliskan kalimat singkat namun bernada perang: "Kembali ke zaman batu".
Unggahan itu tidak muncul dalam ruang hampa.
Ancaman tersebut semakin menguat setelah Presiden Donald Trump, dalam pidato primetime-nya di Gedung Putih, secara eksplisit mengancam akan membom Iran "kembali ke zaman batu" dan menargetkan infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan fasilitas minyak.
Trump bahkan memberikan tenggat waktu yang tegas. "Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan.
Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, ke tempat mereka berada," tegas Trump dalam pidatonya.
Menanggapi ancaman tersebut, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Mousavi langsung mengirimkan cuitan balasan di X.
Ia tidak hanya membantah ancaman tersebut, tetapi juga membalik narasi bahwa AS-lah yang justru akan menuai bencana.
"Kaulah yang membawa prajuritmu ke kuburan, bukan Iran yang ingin kau seret kembali ke Zaman Batu," tulis Mousavi.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika perang biasa.
Mousavi menyentuh perbedaan mendasar antara kedua negara: usia peradaban.
"Ilusi Hollywood telah begitu meracuni pikiranmu sehingga dengan sejarahmu yang hanya 250 tahun, kau mengancam peradaban yang berusia lebih dari 6.000 tahun," tambahnya.