Tantang Kapal Induk AS, Iran Klaim Siap Beri "Tamparan Keras" ke Marinir Amerika: Trump Ingin Sudahi Perang?

Iran kembali luncurkan serangan ke Israel
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali mengeluarkan pernyataan tegas menantang militer Amerika Serikat.

img_title Ngeri, Ini Ancaman Iran ke AS: Anda Tak Akan Bisa Keluar dari 'Jurang Neraka' yang Anda Ciptakan Sendiri!

Di tengah ketegangan yang terus memanas di Timur Tengah, Iran menyatakan kesiapan penuh menghadapi kapal induk hingga pasukan darat AS.

IRGC bahkan mengklaim siap memberikan "tamparan keras" kepada marinir Amerika.

img_title Serem, Iran Mulai Gunakan Rudal yang Bisa Menentukan Mangsanya Sendiri

Pernyataan ini muncul seiring dengan mundurnya kapal induk USS Gerald R. Ford dari kawasan konflik.

Bagi IRGC, langkah Washington itu merupakan bukti nyata kelemahan kekuatan militer AS di hadapan perlawanan Teheran.

img_title Jantung Energi Iran Dibayangi Ancaman, Ledakan Misterius Muncul di Pulau Kharg

IRGC: Mundurnya Kapal Induk AS Bukti Kekosongan Kekuatan

IRGC siaga penuh, Iran peringatkan AS dan Zionis Israel

Photo :
  • Siap.viva/Getty Images

Humas IRGC menyoroti secara tajam mundurnya USS Gerald R. Ford dari medan perang.

Dalam pernyataan yang dikutip pada Ahad, 22 Maret 2026, mereka menyebut bahwa mundurnya mendadak kapal induk Angkatan Laut AS itu menunjukkan kegagalannya dalam memberikan dukungan militer kepada tentara Amerika.

"Mundurnya mendadak kapal induk Angkatan Laut AS Gerald R. Ford dari medan perang dan kegagalannya memberikan dukungan militer kepada tentara Amerika yang lelah dan kalah di wilayah Asia Barat telah membuktikan kekosongan kekuatan materi dari pihak yang arogan," demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga menegaskan bahwa para prajuritnya menantikan kehadiran kapal induk Amerika di medan perang.

Mereka mengklaim siap memberikan "tamparan keras" kepada kapal induk AS yang berani mendekati wilayah operasi Teheran.

Strategi Asimetris Lawan Keunggulan Teknologi AS

Skenario jika kapal induk AS diserang

Photo :
  • Siap.viva/US Navy

Menghadapi superioritas teknologi militer Amerika, Republik Islam mengandalkan strategi perang asimetris yang telah dikembangkan selama beberapa dekade.

IRGC mengandalkan ratusan kapal cepat peluncur rudal dan armada drone tempur untuk melawan kapal perang besar AS.

Salah satu aset andalan adalah kapal induk drone Shahid Bagheri, yang menunjukkan pergeseran strategi angkatan laut Republik Islam dari konfrontasi konvensional menuju perang taktis berbasis drone dan rudal presisi.

Selain ancaman di laut, IRGC juga mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara sekitar seperti UEA, Bahrain, dan Irak, serta fasilitas logistik yang mendukung gugus tempur kapal induk Amerika.

Serangan-serangan ini diklaim sebagai bagian dari Operasi True Promise 4, yang mencakup serangan terhadap USS Abraham Lincoln di Laut Oman dan peringatan keras terhadap USS Gerald R. Ford di Laut Merah.

Halaman Selanjutnya
img_title