Tantang Nyali Marinir AS, Iran Minta Amerika Tunjukkan Kapal Induknya di Medan Perang

Iran tantang nyali marinir Amerika di medan perang
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan kesiapan penuh menghadapi militer Amerika Serikat (AS), termasuk menantang kapal induk hingga pasukan darat untuk mendekati medan perang. 

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

Pernyataan ini diumumkan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. 

Terkat hal itu, IRGC menyoroti mundurnya kapal induk USS Gerald R Ford dan menyatakan kesiapan memberikan "tamparan keras" terhadap marinir AS.

img_title Iran Geser Doktrin Perang, Teknologi Rudal Jadi Instrumen Tekanan Baru terhadap AS

Dalam pernyataan yang dikutip Pars Today, IRGC menyebut para prajuritnya menantikan kehadiran kapal induk Amerika di medan perang. 

Mereka mengklaim siap memberikan 'tamparan keras' kepada kapal induk AS di kawasan tersebut.

img_title Detik-detik Angkatan Laut Iran Bikin Kapal Perang AS Kocar Kacir dari Medan Pertempuran

Humas IRGC juga menyoroti mundurnya kapal induk USS Gerald R. Ford dari kawasan konflik.

"Mundurnya mendadak kapal induk Angkatan Laut AS Gerald R. Ford dari medan perang dan kegagalannya memberikan dukungan militer kepada tentara Amerika yang lelah dan kalah di wilayah Asia Barat telah membuktikan kekosongan kekuatan materi dari pihak yang arogan," katanya dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.

Ilustrasi kapal induk Amerika bergerak mendekati Iran

Photo :
  • Istimewa

IRGC juga memastikan, bahwa pasukannya siap menghadapi kehadiran marinir Amerika di kawasan tersebut.

Data yang dihimpun menyebutkan, Korps Garda Reviolusi Islam itu mengeklaim telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap aset militer AS sebagai bagian dari Operasi True Promise 4

Klaim tersebut mencakup serangan terhadap USS Abraham Lincoln di Laut Oman dan peringatan terhadap USS Gerald R. Ford di Laut Merah.

Iran juga menegaskan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz dan telah membatasi lalu lintas kapal tanker milik negara yang dianggap musuh. 

Adapun strategi angkatan laut IRGC berfokus pada penggunaan ratusan kapal cepat peluncur rudal dan drone (seperti kapal induk drone Shahid Bagheri) untuk melawan keunggulan teknologi kapal perang besar AS melalui taktik asimetris.

Selain kapal perang, IRGC juga mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara sekitar (seperti di UEA, Bahrain, dan Irak) serta fasilitas logistik yang mendukung gugus tempur kapal induk. 

Situasi ini dipicu oleh eskalasi konflik terbuka yang meletus sejak akhir Februari 2026, yang melibatkan serangan udara AS-Israel terhadap fasilitas militer dan ekspor minyak Iran di Pulau Kharg.

Halaman Selanjutnya
img_title