UPDATE IRAN: Otoritas Kesehatan Israel Rilis Data Korban Mati dan Luka Perang
- Siap.viva/The Saviour
Siap – Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki hari ke-21 dengan eskalasi yang semakin meluas dan dampak global yang kian terasa.
Konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 ini kini tidak hanya mengguncang Timur Tengah, tetapi juga mengoyak stabilitas ekonomi dunia, demikian sebagaimana dikutip dari laporan abc17news.
Serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk telah mendorong harga minyak mentah Brent menembus USD 115 per barel.
Sementara korban jiwa terus bertambah di Iran, Lebanon, dan Israel.
Di tengah kekacauan ini, suara-suara diplomatik mulai menggema, meskipun gencatan senjata masih jauh dari kenyataan.
Korban Jiwa dan Dampak Kemanusiaan
Update terkini perang Iran vs AS-Israel hari ke-19.
- Siap.viva/EPA
Memasuki pekan ketiga, jumlah korban jiwa terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Otoritas Kesehatan Israel melaporkan bahwa total korban jiwa sejak perang dimulai telah mencapai ribuan, dengan puluhan lainnya tewas dalam serangan rudal Iran ke wilayah Israel tengah dalam 24 jam terakhir.
Di pihak Iran, korban sipil justru jauh lebih besar.
Lebih dari 18.000 warga sipil Iran telah terluka sejak konflik terbaru ini dimulai, menurut laporan media pemerintah yang mengutip Bulan Sabit Merah Iran, Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara itu di Lebanon, situasi kian memprihatinkan.
Jumlah korban tewas di Lebanon telah melampaui 1.000 orang pada Kamis, 19 Maret 2026 lalu, dengan sebagian besar dari mereka adalah warga sipil yang menjadi korban serangan udara Israel di berbagai kota, termasuk ibu kota Beirut.
Sebuah bangunan apartemen di kawasan Bachoura, pusat kota Beirut, hancur akibat serangan udara Israel pada Rabu waktu setempat.
Israel mengklaim gedung itu digunakan oleh Hizbullah sebagai fasilitas untuk menyimpan dana dalam jumlah besar.
Namun, klaim tersebut tidak dapat meredam kecaman internasional atas tingginya korban sipil.
Gelombang Serangan Baru
Pada Jumat, 20 Maret 2026 dinihari, situasi semakin memanas.
Militer Israel meluncurkan gelombang serangan baru terhadap Iran, menargetkan infrastruktur "rezim teror Iran" di jantung kota Teheran.
Seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa gelombang serangan telah dimulai, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.