Hari Ini Iran Kirim Gelombang Serangan ke-55, Israel Kembali Dihujani Rudal Balistik
- Istimewa
Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC telah meluncurkan rentetan rudal balistik gelombang ke-55 dengan target Israel dan aset Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah pada Senin, 16 Maret 2026.
Disitat dari laman TasnimNews, IRGC baru saja meluncurkan rentetan rudal balistik terhadap target Israel dan Amerika sebagai balasan atas perang agresi yang dikenakan terhadap Iran.
IRGC mengumumkan pada hari ini bahwa mereka telah memulai gelombang serangan rudal ke-55 selama Operasi True Promise 4 sebagai balasan.
Data yang dihimpun menyebutkan, target serangan menyasar jantung wilayah pendudukan di Tel Aviv dan Ben Gurion.
Bahkan, target serangan ini termasuk pusat produksi senjata militer kedirgantaraan dan pusat logistik pengisian bahan bakar udara.
Sejumlah lokasi tersebut telah menjadi sasaran serangan presisi, rudal Fattah superberat dan hipersonik, rudal Qadr dan Emad, serta drone bunuh diri.
Iran luncurkan serangan gelombang ke-53
- Siap.viva/Tasnim News
IRGC mencatat, bahwa mereka juga telah menyerang pusat-pusat militer AS di pangkalan udara Al Dhafra, pangkalan angkatan laut Jufair, dan pangkalan udara Sheikh Issa.
Aset-aset itu digempur menggunakan rudal Fateh jarak menengah berbahan bakar padat, rudal Zolfaqar dan Dezful, serta UAV pintar dan penghancur.
Sebagaimana diketahui, AS dan rezim Israel melancarkan provokasi dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara yang luas terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Situasi Tel Aviv dilaporkan semakin tegang
- Siap.viva/X/@mrjerrynottom
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.
Pejabat militer Teheran mengatakan, mereka akan terus menyerang aset AS di kawasan tersebut serta posisi Israel di wilayah pendudukan sampai musuh belajar dari kesalahannya.
"Kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan mundur atau membiarkan Amerika Serikat pergi tanpa konsekuensi. Kami tidak akan menghentikan perang ini," kata Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Kiomars Heidari.