Diawali dari Depok, Pimpinan BGN Rangkul Lurah Validasi Data Penerima MBG

Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya (tengah) soal MBG di Depok
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar konsolidasi bersama Pemerintah Kota Depok pada Senin, 16 Maret 2026. Pertemuan ini dilakukan guna memvalidasi data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

img_title Hari Pertama PJJ, Disdik Kerahkan Petugas Bersihkan Abu Vulkanik di Sekolah Depok

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengatakan tujuan dari agenda ini adalah untuk melakukan validasi dan konsolidasi data penerima manfaat MBG. 

"Kenapa demikian? Kita saat ini sudah menyentuh 61 sekian juta penerima manfaat, itu adalah data. Tetapi yang lebih real, yang lebih tahu data di lapangan adalah sebetulnya para lurah, para kepala desa," jelasnya.

img_title Menelisik Jurus Jitu Kombes Rony Tangkal Aksi Anarkis Pelajar Depok

"Oleh karena itu, maka kemudian BGN melalui para koordinator kecamatan SPPI, melakukan koordinasi, konsolidasi dengan para lurah untuk mevalidkan data-data penerima manfaat," sambung dia.

Menurut Sony, konsolidasi hingga di tingkat desa atau lurah penting karena sejatinya merekalah yang tahu data real di wilayahnya. 

img_title Gebrakan Walkot Supian di TPA Cipayung, Sampah Depok Diubah Jadi RDF

"Beliau-beliau itu yang tahu ada TK berapa, ada PAUD berapa, ada anak tidak sekolah berapa, ibu hamil berapa, ibu menyusui, balita, kalau pun SMP, SMP nya ada berapa, SLB, SMK, kemudian MA, dan lain-lain," tuturnya.

"Berdasarkan pemikiran tersebut, kami harus perkuat konsolidasi pada tingkat grassroot, yaitu para pelaksana di lapangan langsung, di bawah koordinator kecamatan SPPI dengan para lurah."

Sony bersyukur, upaya ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Depok, Supian Suri dan perwakilan legislatif, Yeti Wulandari

"Oleh karena itu, momentum hari ini mudah-mudahan diawali dari Kota Depok semua semangat melakukan validasi data," ujarnya. 

Sony menegaskan, bahwa validasi ini penting agar BGN mendapatkan data yang akurat terkait jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibutuhkan dalam satu kecamatan.

"Jadi MBG ini, program Makan Bergizi Gratis itu adalah para penerimaan empatnya diutamakan balita, ibu hamil, ibu menyusui, kemudian peserta didik, nah itu, jadi yang diutamakan kelompok rentan dulu, baru kemudian peserta didik," jelasnya.

"Nah tentu saja harus mengcover semuanya, nah data yang akurat itu ada di paling bawah, yaitu para kepala desa, para lurah yang tahu. Oleh karena itu kami perkuat konsolidasi, kolaborasi dalam validasi data," sambungnya. 

Halaman Selanjutnya
img_title