Iran Peringatkan Prancis agar Tidak Memperluas Konflik di Tengah Perang dengan AS dan Israel
- Istimewa
Ia menegaskan bahwa Prancis saat ini tidak akan mengerahkan armada militernya ke Selat Hormuz.
Pernyataan itu menunjukkan perbedaan sikap antara sekutu Barat terkait pengamanan jalur laut tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan FRANCE 24, ia juga menekankan bahwa Prancis tidak berpartisipasi dalam perang di Timur Tengah.
"Saat ini, tidak ada kemungkinan untuk mengirim kapal apa pun ke Selat Hormuz, " kata Vautrin.
Pernyataan Vautrin ini kontras dengan pengumuman Presiden Emmanuel Macron beberapa hari sebelumnya.
Pada 9 Maret 2026, Macron justru mengumumkan pengerahan 10 kapal perang ke Mediterania Timur, Laut Merah, dan Selat Hormuz, yang disebutnya sebagai "mobilisasi angkatan laut yang belum pernah terjadi sebelumnya".
Namun, Macron menegaskan bahwa misi ini bukanlah misi ofensif, melainkan untuk melindungi warga negara Prancis, membantu sekutu, dan mengawal kapal dagang.
Jika dicermati, tidak ada kontradiksi.
Pengerahan armada besar oleh Macron kemungkinan besar adalah untuk misi defensif dan evakuasi, bukan untuk bergabung dalam koalisi ofensif pimpinan AS seperti yang diminta Trump.
Ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot sebelumnya yang menegaskan, "Kami tidak menyetujui perang ini, dan kami tidak berpartisipasi di dalamnya".
Dilema Eropa di Tengah Perang
Sikap Prancis mencerminkan dilema yang lebih besar yang dihadapi negara-negara Eropa.
Sebuah analisis dari POLITICO yang dikutip oleh International Affairs menyebut bahwa Eropa kini berada dalam situasi ambigu.
Di satu sisi, mereka aktif membantu Ukraina melawan Rusia.
Di sisi lain, sebagai sekutu AS, mereka tidak memiliki sumber daya untuk ikut berperang melawan Iran, sebuah negara yang tidak populer di mata publik Eropa.
Persatuan EU dan NATO disebut mulai retak.
Ketika Iran memperingatkan bahwa membantu AS dan Israel berarti "perang", negara-negara Eropa seperti Prancis harus berpikir dua kali.
Apalagi, serangan balasan Iran telah menyasar pangkalan-pangkalan militer di Sipus tempat tentara Eropa ditempatkan.
Agresi 28 Februari dan Perang Multibidang
Peringatan Araghchi kepada Prancis ini tidak bisa dilepaskan dari pemicu utamanya.
Amerika Serikat dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer besar terhadap Iran tanpa provokasi.