Gelombang ke-53 "True Promise 4": Rudal Hipersonik Iran Hantam Pusat Komando Israel
- Siap.viva/Tasnim News
Siap – Dua pekan sudah konflik terbuka antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel berkecamuk.
Memasuki hari ke-17, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali melancarkan pukulan telak.
Sebagaimana dilaporkan Dialy News Egypt pada Ahad, 16 Maret 2026, IRGC mengumumkan keberhasilan gelombang serangan ke-53 dalam Operasi "Janji Sejati 4" (True Promise 4).
IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas militer strategis.
Serangan itu secara khusus diarahkan ke pusat komando dan kendali regional rezim Zionis.
IRGC juga menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Operasi ini menjadi bagian dari rangkaian serangan balasan Teheran dalam konflik yang terus meningkat.
Serangan ini bukan sekadar aksi militer biasa.
Ia sarat muatan simbolis dan strategis, dilakukan untuk mengenang para syuhada sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan rudal hipersonik Republik Islam telah mencapai tingkat akurasi dan daya hancur yang menggentarkan lawan.
Membalas Darah Syuhada Dena
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei lawan Israel
- Istimewa
IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru ini digelar untuk mengenang 84 martir dari kapal perusak Dena milik Angkatan Laut Republik Islam.
Kapal tersebut diserang torpedo oleh Angkatan Laut AS.
Serangan itu terjadi di lepas pantai Sri Lanka pada 4 Maret 2026. Insiden tersebut menewaskan puluhan awak kapal Iran.
IRGC kemudian menjadikan peristiwa itu sebagai simbol pengorbanan dalam operasi militernya.
Insiden berdarah di Samudra Hindia itu menjadi salah satu pemicu eskalasi terbesar.
Sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang IRIS Dena yang baru saja selesai mengikuti latihan multilateral Milan Peace 2026 di India.
Korban jiwa mencapai 104 pelaut, dengan 84 jenazah ditemukan terapung di perairan internasional dan dievakuasi oleh otoritas Sri Lanka.
Jenazah para pelaut ini baru saja dipulangkan ke Iran pada 12 Maret lalu, dan serangan gelombang ke-53 menjadi bagian dari pembalasan atas tragedi tersebut.
Kombinasi Mematikan: Fattah, Qadr, dan Drone Penghancur
Rudal Iran hantam Israel
- Istimewa
Operasi pada Minggu itu melibatkan serangan gabungan yang menggunakan 10 rudal hipersonik Fattah dan Qadr.
Pasukan Iran juga mengerahkan sejumlah drone penghancur dalam serangan tersebut.
Target utama operasi ini adalah pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab.