Senator AS Ungkap Fakta soal Bom Sekolah di Minab Iran: Trump Bohong, Rudal Tomahawk Tewaskan 170 Anak

Israel serang sekolah Iran, puluhan anak tewas
Sumber :
  • Siap.viva/Tangkapan layar X

Alih-alih menyetujui gencatan senjata, Teheran justru memberi sinyal untuk melanjutkan gempuran dan mempertahankan kendali di Selat Hormuz.

img_title Mati Kutu Hadapi Iran, Negara Teluk Mulai Sadar dan Tinggalkan Amerika? Kehadiran Militer AS Tak Bisa Bikin Aman!

Republik Islam itu pun menegaskan, konflik hanya akan berakhir melalui perjanjian perdamaian yang permanen dengan jaminan tak ada agresi baru terhadap Iran.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, juga telah menegaskan bahwa pihaknya tak akan kompromi dengan AS.

img_title Selat Hormuz Membara! Kapal Perang AS Dibombardir Iran Auto Kabur?

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS," tegasnya dalam sebuah unggahan di X.

Ali juga mengkritik pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang negaranya.

img_title Sok Paling Hebat, Netanyahu Sesumbar Bisa Hancurkan Iran: AS-Israel Lebih Kuat Daripada Teheran?

Ia menyebut Trump khawatir dampak kerugian dari tindakannya menyerang Teheran.

"Dia sekarang khawatir tentang kerugian lebih lanjut dari tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, dia telah mengubah slogan 'Amerika Pertama' menjadi 'Israel Pertama' dan mengorbankan pasukan Amerika untuk nafsu kekuasaan Israel," sindir Ali.

Blokade Selat Hormuz dan Ancaman Trump

Iran tenggelamkan kapal tanker terkait Amerika di Selat Hormuz

Photo :
  • Istimewa

Iran dilaporkan melancarkan serangan intens ke wilayah Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim militernya menembakkan rudal terus-menerus selama lebih dari 3 jam.

Tak hanya itu, Teheran juga disebut mengerahkan Rudal Khaibar dalam jumlah terbesar yang pernah dilakukannya.

Militer Iran menegaskan tidak akan menghentikan serangan sampai ancaman benar-benar hilang.

Serangan ini dilaporkan menghantam sejumlah lokasi strategis termasuk pusat komunikasi dan aset militer Israel serta menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Irak.

Selain itu, IRGC juga mengancam untuk memblokir Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan AS dan Israel.

Militer Iran mulai memasang ranjau di selat strategis tersebut, yang memicu respons cepat dari AS.

Komando Pusat AS mengumumkan telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump kembali sesumbar bahwa pihaknya bakal melancarkan serangan 20 kali lebih berat terhadap Iran jika rute strategis itu masih diblokade.

Namun IRGC membalas tekanan tersebut dengan ancaman untuk terus melakukan blokade sampai Amerika Serikat benar-benar menghentikan serangannya ke Teheran.

Blokade ini pun membuat ratusan kapal industri dan minyak terpaksa menunda pelayarannya.

Halaman Selanjutnya
img_title