Senator AS Ungkap Fakta soal Bom Sekolah di Minab Iran: Trump Bohong, Rudal Tomahawk Tewaskan 170 Anak
- Siap.viva/Tangkapan layar X
Iran Bombardir Pangkalan Militer AS di Kuwait
Video mengerikan Tel Aviv usai rudal Iran viral, Al Arabiya minta maaf.
- Siap.viva/Tasnim
100 tentara Amerika dilaporkan terluka dalam serangan rudal dan drone yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC ke pangkalan militer AS yang berada di Kuwait.
Pernyataan itu disampaikan IRGC belum lama ini usai melakukan serangan ke Pangkalan Udara Al-Udairi di Kuwait yang menjadi salah satu basis militer Amerika.
"Angkatan Laut IRGC melakukan operasi yang kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa militer AS di wilayah tersebut selama Lailatul Qadr pada hari ke-21 bulan suci Ramadan," katanya dikutip dari TasnimNews.
Adapun serangan itu sebagai bagian dari gelombang ke-38 operasi True Promise 4, dengan kode "Ya Haydar al-Karrar (AS)".
Menyusul dua serangan rudal serentak di pangkalan helikopter AS di Al-Udairi, IRGC mengklaim sebagian besar tentara Amerika mengalami cedera.
Kemudian lebih dari 100 tentara yang terluka dilarikan ke rumah sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait.
Otoritas Kuwait sendiri mengonfirmasi bahwa delapan drone yang menargetkan negara itu berhasil ditembak jatuh.
IRGC juga menyebut, infrastruktur penting di pangkalan AS di Pelabuhan Mina Salman, markas besar Armada Kelima, termasuk sistem "LEADS" yang vital, dihantam oleh rudal dan drone Iran.
"Secara bersamaan, sistem rudal Patriot, gudang peralatan, dan barak yang menampung pasukan Amerika di pangkalan angkatan laut 'Mohammad al-Ahmad' dan 'Ali al-Salem' juga mengalami kerusakan parah," demikian bunyi laporan tersebut.
IRGC juga menekankan bahwa perjuangan melawan pasukan Amerika dan rezim zionis Israel akan terus berlanjut tanpa henti.
"Kami hanya menginginkan penyerahan total musuh. Perang akan berakhir ketika bayang-bayang perang terangkat dari bangsa kita."
Tolak Utusan Khusus Trump dan Negosiasi Damai
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei
- Istimewa
Pemerintah Iran dikabarkan telah menolak mentah-mentah permintaan dari utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steven Witkoff.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, ada dua pesan yang ditolak. Salah satunya terkait gencatan senjata.
Iran melalui Menteri Luar Negeri Sayyid Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihaknya tidak mengakui klaim kemenangan sepihak yang digaungkan Washington.