Senator AS Ungkap Fakta soal Bom Sekolah di Minab Iran: Trump Bohong, Rudal Tomahawk Tewaskan 170 Anak
- Siap.viva/Tangkapan layar X
Siap – Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak hanya menimbulkan kehancuran di medan tempur, tetapi juga memicu pertikaian politik sengit di Washington.
Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer, mengecam keras tindakan Presiden AS Donald Trump di balik serangan militer terhadap Iran yang menyebabkan terjadinya perang besar.
Kritik tajam ini dipicu oleh tragedi kemanusiaan di Minab yang merenggut nyawa 170 warga sipil, sebagian besar adalah anak-anak perempuan.
Adapun salah satu poin yang membuatnya mengkritik Trump yakni terkait pengeboman sekolah khusus perempuan di Minab, Iran yang menewaskan 170 orang pada 28 Februari 2026, lalu.
Schumer menyebut, pengeboman itu tak masuk akal jika dilakukan oleh Iran, seperti yang dituduhkan oleh Trump dengan menyebut menggunakan rudal Tomahawk.
Bukti Baru: Rudal Tomahawk AS Hantam Sekolah
Harga minyak tembus US$113, Trump disebut bakal setop serang Iran.
- Kolase Siap.viva
Investigasi terbaru dari The New York Times mengungkap fakta mengejutkan.
Fragmen rudal yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa rudal yang menghantam sekolah dasar Shajarah Tayyebeh adalah rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat.
Analisis terhadap seri nomor dan detail lainnya mengonfirmasi bahwa rudal tersebut diproduksi pada tahun 2014 atau setelahnya, dan merupakan senjata presisi yang hanya dimiliki militer AS.
Peristiwa ini menyebabkan banyak warga sipil tewas, termasuk anak-anak. Schumer meyakini, Teheran tidak memiliki rudal Tomahawk seperti yang dituduhkan Donald Trump.
"Lagi-lagi ia mengatakan apa pun yang muncul di kepalanya, tidak peduli apa kebenarannya, itu mengerikan," kata Schumer seperti dikutip The New York Times, Kamis, 12 Maret 2026.
Schumer juga menyinggung pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth yang menurutnya hanya melakukan apa pun yang diinginkan Trump.
"Trump berbohong melalui giginya, sehingga pagi ini saya akan menuntut penuh dalam penyelidikan independen dan transparan untuk mengetahui apa yang terjadi di sekolah ini," tegasnya.
"Mengapa begitu banyak warga sipil tak berdosa yang dibunuh secara tragis perlu ada pertanggungjawaban," sambungnya dengan penuh emosi.
Schumer sebelumnya juga menyatakan bahwa Trump telah meluncurkan Amerika ke dalam konflik skala penuh melawan salah satu musuh paling kuat, dan itu bukanlah yang diinginkan rakyat Amerika.