Pentolan Senator Amerika Sebut Donald Trump Pembohong soal Iran: Saya Akan Menuntut Penuh

Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer kecam Trump soal Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer mengecam keras tindakan Presiden AS Donald Trump di balik serangan militer terhadap Iran. Hal itu menyebabkan terjadinya perang besar. 

img_title Mati Kutu Hadapi Iran, Negara Teluk Mulai Sadar dan Tinggalkan Amerika? Kehadiran Militer AS Tak Bisa Bikin Aman!

Adapun salah satu poin yang membuatnya mengkritik Trump yakni terkait pengeboman sekolah khusus perempuan di Minab, Iran yang menewaskan 170 orang pada 28 Februari 2026, lalu.

Schumer menyebut, pengeboman itu tak masuk akal jika dilakukan oleh Iran, seperti yang dituduhkan oleh Trump dengan menyebut menggunakan rudal Tomahawk

img_title Selat Hormuz Membara! Kapal Perang AS Dibombardir Iran Auto Kabur?

Peristiwa ini menyebabkan banyak warga sipil tewas, termasuk anak-anak. 

Schrumer meyakini, Teheran tidak memiliki rudal Tomahawk seperti yang dituduhkan Donald Trump. 

img_title Sok Paling Hebat, Netanyahu Sesumbar Bisa Hancurkan Iran: AS-Israel Lebih Kuat Daripada Teheran?

"Lagi-lagi ia mengatakan apa pun yang muncul di kepalanya, tidak peduli apa kebenarannya, itu mengerikan," katanya. 

Ribuan warga Israel terluka akibat rudal

Photo :
  • Siap.viva/Tasnim News

Schrumer juga menyinggung statmen Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth yang menurutnya hanya melakukan apapun yang diinginkan Trump. 

"Trump berbohong melalui giginya, sehingga pagi ini saya akan menuntut penuh dalam penyelidikan independen dan transparan untuk mengetahui apa yang terjadi di sekolah ini," tegasnya. 

"Mengapa begitu banyak warga sipil tak berdosa yang dibunuh secara tragis perlu ada pertanggungjawaban," sambungnya dengan penuh emosi.

Iran Bombardir Pangkalan Militer AS

100 tentara Amerika dilaporkan terluka dalam serangan rudal dan drone yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC ke pangkalan militer AS yang berada di Kuwait.

Pernyataan itu disampaikan IRGC belum lama ini usai melakukan serangan ke Pangkalan Udara Al-Udairi di Kuwait yang menjadi salah satu basis militer Amerika.

“Angkatan Laut IRGC melakukan operasi yang kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa militer AS di wilayah tersebut selama Lailatul Qadr pada hari ke-21 bulan suci Ramadan," katanya dikutip dari TasnimNews pada Kamis, 12 Maret 2026.

Adapun serangan itu sebagai bagian dari gelombang ke-38 operasi True Promise 4, dengan kode "Ya Haydar al-Karrar (AS)". 

Menyusul dua serangan rudal serentak di pangkalan helikopter AS di Al-Udairi, IRGC mengklaim sebagian besar tentara Amerika mengalami cedera.

Kemudian lebih dari 100 tentara yang terluka dilarikan ke rumah sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait.

Halaman Selanjutnya
img_title