Kementerian Kesehatan Israel Rilis Data Korban Terbaru: Korban Tembus 2.700-an, Serangan Iran Makin Intensif
- Siap.viva/Tasnim News
Siap – Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel terus menimbulkan korban di pihak Zionis.
Kementerian Kesehatan Israel pada Kamis (12/3/2026) merilis data terbaru yang menunjukkan jumlah pemukim yang terluka akibat serangan balasan Iran telah melampaui 2.700 orang.
Kementerian Kesehatan Israel merilis laporan pada Kamis, 12 Maret 2026.
Laporan itu menyatakan bahwa 2.745 pemukim Israel telah dirawat di rumah sakit sejak awal perang.
Dari jumlah tersebut, 85 orang masih menjalani perawatan.
Data ini menggambarkan dampak perang yang terus dirasakan oleh warga sipil.
11 Korban dalam Kondisi Serius
Tel Aviv tegang akibat serangan roket
- Siap.viva/BBC
Laporan kementerian tersebut tidak menyebutkan jumlah korban jiwa di kalangan Zionis.
Selain itu, kementerian tersebut mengindikasikan bahwa 179 pemukim Israel dirawat di rumah sakit dalam 24 jam terakhir.
Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Israel ini sejalan dengan laporan dari lembaga riset Institute for National Security Studies di Universitas Tel Aviv.
Lembaga tersebut mengonfirmasi bahwa 14 warga Israel telah tewas akibat serangan Iran sejak dimulainya perang pada 28 Februari 2026 .
Dari 85 pasien yang masih dirawat, 11 di antaranya berada dalam kondisi serius.
Sementara itu, dari 179 korban dalam 24 jam terakhir, empat orang mengalami luka sedang dan 18 lainnya terkena dampak gelombang kejut dari rudal yang meledak.
Sirene Kembali Meraung di Tel Aviv dan Yerusalem
Sumber-sumber berita melaporkan pengaktifan sirene peringatan di Tel Aviv dan wilayah Al-Quds yang diduduki.
Front domestik Israel mengumumkan bahwa sirene peringatan telah diaktifkan di Tel Aviv dan di komunitas pemukim di seluruh wilayah Al-Quds yang diduduki menyusul deteksi rudal Iran.
Serangan terbaru ini merupakan bagian dari gelombang ke-40 Operasi Janji Sejati-4 yang dilakukan Iran bersama Hizbullah.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi bahwa operasi gabungan ini berlangsung selama lima jam tanpa henti, dengan nama sandi "Ya Amirul Mukminin as".
Serangan ini menggunakan kombinasi rudal Ghadr, Emad, Kheibarshekan, dan Fattah dari IRGC, serta serangan drone dan rudal dari Hizbullah Lebanon.
Lebih dari lima puluh posisi di seluruh wilayah pendudukan menjadi target, termasuk pangkalan militer di Haifa di utara, Tel Aviv di tengah, dan Beer Sheba di selatan.