Peneliti UI Ungkap Program MBG Berhasil Tingkatkan Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga
- siapviva
Siap – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap berpengaruh terhadap kondisi ekonomi keluarga dan pelaku usaha lokal.
Temuan itu yang berhasil diungkap oleh Tim peneliti kluster Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).
Tim peneliti terdiri dari Fentiny Nugroho, Annisah, Anna Sakreti Nawangsari, Arif Wibowo dan Shinta Tris Irawati.
Dalam penelitian tersebut, tim berfokus pada dampak sosial ekonomi dari program MBG terhadap keluarga, khususnya kelompok masyarakat rentan dan miskin.
Penelitian dilakukan di tiga wilayah yaitu Tangerang Selatan, Kota Depok dan Jakarta Timur.
Kepala tim peneliti, Prof. Fentiny Nugroho mengatakan, hasil kajian menyimpulkan bahwa program MBG memiliki sejumlah indikator dampak positif.
Mulai dari peningkatan pendapatan pada beberapa kelompok masyarakat seperti relawan, pekerja SPPG, serta pelaku UMKM.
Kemudian, terjadi penurunan pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi keluarga miskin dan rentan miskin.
Selain itu, program MBG juga dinilai memiliki potensi jangka panjang dalam mengurangi kantong-kantong kemiskinan di Indonesia, terutama melalui peningkatan kualitas gizi anak sebagai penerima manfaat.
“Dalam jangka panjang, anak-anak yang mendapatkan gizi yang baik akan memiliki perkembangan fisik dan kognitif yang lebih optimal. Mereka akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang lebih sehat dan berkualitas,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut akan berdampak pada kemampuan generasi mendatang dalam memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Dengan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik, mereka berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih baik pula. Pada akhirnya, keluarga yang sebelumnya berada di bawah garis kemiskinan dapat keluar dari kondisi tersebut,” ujarnya.
Ia menilai temuan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, tim peneliti juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk penyempurnaan program MBG, salah satunya terkait penyusunan menu makanan bagi anak penerima manfaat.
“Dari hasil penelitian kami, masih ditemukan makanan yang tidak dihabiskan oleh sebagian anak. Karena itu, kami merekomendasikan adanya asesmen kepada anak-anak penerima manfaat agar mereka dapat menyampaikan preferensi makanan yang mereka sukai,” tukasnya.