Nggak Mau Ambil Risiko, Sekutu Amerika Ketar Ketir dengan Rudal Jarak Jauh Iran

Rudal balistik Iran bikin sekutu Amerika panik
Sumber :
  • Pembuat: vchal, Kredit: Getty Images

Siap – Rudal jarak jauh Iran membuat sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah ogah ikut campur. Mereka bahkan kompak menolak berikan dukungan untuk AS. 

img_title Perang Iran Ungkap Fakta yang Selama Ini Dirahasiakan, Ada Apa dengan Stok Senjata AS?

Penolakan tersebut meliputi penggunaan wilayah udara, pangkalan militer, maupun perairan mereka untuk mendukung potensi serangan AS ke Teheran.

Di tengah meningkatnya tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Teheran terkait program nuklirnya, negara-negara mitra Amerika di kawasan justru memilih menjaga jarak.

img_title AS Ngos-ngosan Hadapi Perang Iran, Temuan Pentagon Bertolak Belakang dengan Klaim Trump, Nah Loh

Mereka tidak ingin wilayahnya berubah menjadi target empuk jika konflik benar-benar meletus. Sinyal ini bukan sekadar diplomasi simbolik.

Sejumlah pemerintah menyampaikan penolakan secara terbuka, bahkan ketika kehadiran militer AS di kawasan terus diperkuat.

img_title Tak Banyak Diketahui, Begini Operasi Nekat AS di Dalam Wilayah Iran

Negara Teluk dan Yordania Khawatir Efek Rudal Iran

Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Qatar, hingga Turki menyatakan posisi yang pada intinya sama, wilayah mereka tidak boleh digunakan untuk menyerang Iran.

Bagi negara-negara ini, risikonya terlalu besar. Teheran memiliki kemampuan rudal balistik dan drone jarak menengah yang dapat menjangkau pangkalan militer, fasilitas energi, hingga infrastruktur vital di kawasan Teluk.

Pemerintah Yordania menegaskan, bahwa keberadaan pasukan Amerika di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti hanya berjalan sesuai perjanjian pertahanan.

Meski citra satelit menunjukkan penumpukan jet tempur dan pesawat perang elektronik AS, Amman menarik garis merah yang jelas.

"Yordania menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk serangan terhadap Iran," kata sumber pemerintah kepada Newsweek.

Pemimpin Iran bikin Presiden Amerika Donald Trump was was

Photo :
  • Istimewa

Sikap serupa muncul dari Arab Saudi.

Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, dalam percakapan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayahnya, dalam tindakan militer apa pun terhadap negara tersebut.

Pernyataan ini penting. Sebab Arab Saudi adalah salah satu mitra strategis utama Washington di kawasan.

Namun Riyadh menyadari bahwa jika wilayahnya dipakai untuk menyerang Iran, maka fasilitas minyak, pelabuhan, dan kota-kota strategis bisa menjadi sasaran balasan.

UEA juga menyampaikan posisi tegas.

Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan komitmen negaranya untuk tidak mengizinkan wilayah udara atau perairannya digunakan dalam tindakan militer yang bermusuhan terhadap Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title