Janji Tobat, Dua Napiter Lapas Surabaya Kembali ke Pangkuan NKRI
- Istimewa
Siap – Program deradikalisasi yang dilakukan petugas Lapas Surabaya kembali berbuah manis. Kekinian, dua narapidana tindak pidana terorisme (napiter) akhirnya kembali ke pangkuan NKRI.
Mereka masing-masing berinisial ZY dan FA. Keduanya mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Rabu, 11 Februari 2026.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen meninggalkan paham radikal yang sebelumnya mereka anut.
Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman mengungkapkan, bahwa kedua napiter tersebut telah melalui tahapan pembinaan yang menekankan pengenalan lingkungan, penataan kondisi emosional dan intelektual, serta proses netralisasi.
“Yang bersangkutan diberikan ruang untuk merenung, belajar, dan berinteraksi secara sosial dengan warga binaan lain yang memiliki latar belakang beragam, pendekatan pembinaan yang humanis dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan menjadi titik balik dalam perubahan cara pandang mereka,” katanya.
Sementara itu, menurut Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, Yulius Sahruzah mengungkapkan, bahwa pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini adalah bukti keteguhan bahwa mereka ingin kembali setia pada Republik Indonesia.
"Berarti saudara adalah warga binaan kami yang telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada," katanya.
Menurut Yulius, Pancasila bukan semata-mata hanya berkedudukan sebagai dasar negara.
"Tetapi juga sebagai ideologi nasional, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan pemersatu bangsa,” tegas Yulius.
Ia juga berharap, keduanya mampu menjadi anggota masyarakat yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai individu maupun warga negara, memiliki sikap sebagai insan yang beriman dan bertakwa.
Serta mampu menempatkan diri secara proporsional sesuai fungsi dan tanggung jawab, memahami serta mematuhi ketentuan perundang-undangan, serta menjadi warga negara yang baik dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Dua napiter Lapas Surabaya ikrar setia NKRI
- Istimewa
Sebagai informasi, keduanya sebelumnya pernah terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya pada 18 Desember dari Rutan Depok.
Sejak pemindahan tersebut, ZY dan FA menjalani proses pembinaan intensif sebagai bagian dari program deradikalisasi.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjenpas, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror, BINDA Jawa Timur.