Abbas Araghchi: Iran Siap Hadapi Risiko Perangi AS demi Program Nuklir

Iran tegas soal pengayaan uranium
Sumber :
  • Siap.viva/Getty Images/AFP

SiapIran kembali mengirim sinyal tegas terkait program nuklirnya.

img_title Perang Iran Tak Hanya Menguras Militer AS, Posisi Washington di Berbagai Kawasan Ikut Dipertaruhkan

Di tengah pembicaraan dengan Amerika Serikat, Teheran menegaskan tidak akan menyerahkan hak pengayaan uranium.

Pernyataan ini memperlihatkan kerasnya posisi kedua pihak.

img_title Trump Klaim Berhasil Taklukkan Iran, Teheran Kirim Sinyal Perlawanan Jangka Panjang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Teheran tidak akan menyerahkan pengayaan uraniumnya dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan saat pembicaraan nuklir mulai kembali dibuka.

img_title Iran dan Israel Saling Kirim Ancaman, Satu Hal Ini Bikin Dunia Khawatir

Situasi ini langsung menarik perhatian dunia.

Negosiasi yang diharapkan meredakan ketegangan justru diiringi retorika keras.

Abbas menegaskan Iran tidak akan terintimidasi oleh ancaman perang yang disampaikan oleh Amerika Serikat.

Dikutip dari AFP, ia mengaku meragukan keseriusan AS dalam perundingan tersebut.

"Mengapa kami begitu bersikeras pada pengayaan dan menolak untuk menyerahkannya, bahkan jika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada yang berhak mendikte perilaku kami," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/2).

Pernyataan tersebut menunjukkan posisi negosiasi Iran.

Teheran menilai program nuklir sebagai hak kedaulatan.

Karena itu, mereka menolak tekanan eksternal.

"Pengerahan militer mereka di kawasan ini tidak menakut-nakuti kami," imbuhnya merujuk pada kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

Kehadiran kapal induk AS menjadi simbol tekanan militer.

Namun, Iran menegaskan tidak gentar.

Retorika ini memperlihatkan ketegangan yang belum mereda.

Negosiasi Nuklir dan Tarik Ulur Kepentingan

 

Ilustrasi serbuan rudal Iran jika perang dengan Amerika dan Israel

Photo :
  • Istimewa

Sebelumnya Amerika Serikat dan Iran membuka kembali negosiasi untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, pada Jumat (6/2) kemarin di Oman.

Pembicaraan ini dipandang sebagai peluang diplomasi.

Namun, perbedaan posisi masih besar.

Iran menuntut pencabutan sanksi.

AS menekan pembatasan program nuklir.

Iran berupaya agar sanksi ekonomi AS terhadap negara tersebut dicabut.

Abbas mengatakan hal itu diminta sebagai imbalan atas "serangkaian langkah membangun kepercayaan terkait program nuklir."

Negosiasi ini berjalan dalam suasana saling curiga.

Kedua pihak mencoba meningkatkan posisi tawar.

Pernyataan keras sering muncul di ruang publik.

Bagi Iran, pengayaan uranium adalah simbol kedaulatan teknologi.

Bagi AS dan sekutunya, hal itu dianggap risiko proliferasi nuklir.

Perbedaan persepsi ini menjadi inti konflik.

Halaman Selanjutnya
img_title