Drone Shahed 139 Iran Berhasil 'Colong' Data Pangkalan Militer Amerika, Apa Isinya?
- Istimewa
Siap – Militer Amerika dilaporkan telah menembak jatuh pesawat nirawak atau drone milik Iran pada Selasa, 3 Februari 2026. Peristiwa itu terjadi di tengah puncak ketegangan Teheran dan Washington.
Adapun pesawat nirawak yang ditembak jatuh militer AS adalah Drone Shahed 139 Iran yang mendekat kapal perang induk Amerika.
Dikutip dari Global Times, Drone Shahed itu telah memantau pergerakan militer AS di daerah yang berbatasan dengan Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya juga mengatakan, bahwa pesawat tempur F-35C AS terpaksa menembak jatuh drone Shahed-139 Iran di Laut Arab.
Washington mengklaim, drone itu bermanuver tanpa alasan menuju USS Abraham Lincoln saat kapal induk AS tersebut melintasi perairan internasional sekira 800 km dari pantai Iran.
Ilustrasi kapal perang Amerika mundur menjauh dari Iran
- Pixabay
Sementara itu, data yang beredar menyebut, meski Drone Shahed 139 Iran ditembak jatuh, namun pesawat nirawak tersebut telah berhasil mengirim data ke pangkalan militer darat secara real time.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun insiden ini diprediksi akan menimbulkan gejolak di tengah proses perundingan antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari mendatang.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mengatakan, bahwa ia akan menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk mengejar negosiasi yang adil dan setara dengan AS.
Pezeshkian juga mengatakan, langkah itu mengikuti permintaan dari pemerintah regional untuk menanggapi proposal negosiasi dari Presiden AS Donald Trump.
Menurut Presiden Iran itu, setiap pembicaraan harus berlangsung dalam kerangka martabat, kehati-hatian, dan kelayakan.
Sementara juru bicara Kemenlu Iran, Esmail Baghaei menyatakan, bahwa konsultasi sedang berlangsung untuk menentukan tempat penyelenggaraan pembicaraan yang diharapkan digelar dalam beberapa hari mendatang.
Baghaei mengungkapkan, Turkie, Oman, dan beberapa negara regional lainnya juga telah menyatakan kesediaan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut.
Meski begitu, belum ada kejelasan lebih lanjut terkait pembicaraan tersebut usai terjadinya insiden drone Iran pada Selasa itu
Hari Penentuan
Puncak ketegangan antara Iran dan Amerika disebut-sebut bakal ditentukan pada Jumat, 6 Februari 2026. Lantas akankah terjadi perdamaian, atau justru sebaliknya, perang?