Terpopuler: Como Mulai Garang, Iran dan AS Siaga Perang!

Como naik, Iran–AS memanas
Sumber :
  • Kolase siap.viva

Siap – Dua isu berbeda, tetapi sama-sama menyedot perhatian publik global.

img_title Ketika Como 1907 Permalukan Manchester United, Klub Bos Djarum Bikin Raksasa Eropa Syok

Di Eropa, klub promosi Como 1907 tampil agresif dan mulai mengusik dominasi raksasa Serie A.

Sementara di Timur Tengah, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, memicu kekhawatiran konflik terbuka.

img_title Hasil dan Klasemen Liga Champions Eropa Pekan ke-3, Como 1907 Huni Posisi Sembilan Usai Tekuk Manchester United 4-1

Kedua topik ini menjadi yang paling banyak dibaca di kanal siap.viva.co.id pekan ini.

Satu menawarkan cerita kebangkitan sepak bola, lainnya menyajikan ancaman krisis geopolitik berskala global.

img_title Iran dan AS Saling Unjuk Kekuatan, Senjata Misterius Teheran Jadi Sorotan

Lantas, seperti apa gambaran lengkap dari dua isu yang sama-sama panas ini?

Como Menggila di Serie A, Proyek Bos Djarum Mulai Panen Hasil

Como 1907 menjelma menjadi salah satu tim paling dibicarakan di Serie A Italia musim ini.

Di bawah arahan Cesc Fabregas dan sokongan penuh Hartono bersaudara alias Bos Djarum, klub promosi ini tampil agresif dan tanpa rasa takut.

Performa Como bahkan menyita perhatian para petinggi klub besar Serie A.

Mereka dibuat terpana dengan keberanian dan konsistensi permainan skuad berjuluk I Lariani.

Dukungan finansial dari Hartono bersaudara menjadi fondasi utama transformasi ini.

Pengusaha asal Indonesia tersebut tidak sekadar menyuntik dana, tetapi membangun proyek jangka panjang yang terstruktur.

Musim kompetisi Serie A Italia 2025–2026 menjadi etalase awal ambisi besar itu.

Disitat dari kanal YouTube HATTRICK, saat ini memang ada beberapa WNI yang memiliki klub sepak bola di Eropa.

Namun, langkah Bos Djarum bersama Como menjadi yang paling disorot.

Dalam lima tahun terakhir, Como berubah drastis.

Dari klub yang nyaris tak diperhitungkan, kini mereka mampu bersaing dengan siapa pun.

Musim ini, Como bahkan masuk kategori tim kejutan yang layak diwaspadai oleh raksasa Serie A.

Investasi besar menjadi kunci.

Hampir Rp2 triliun digelontorkan di awal musim.

Hasilnya mulai terlihat.

Untuk sementara, Como bertengger di posisi enam klasemen dan berpeluang besar menembus kompetisi Eropa musim depan.

Jarak poin dengan Juventus dan AS Roma relatif tipis.

Dengan konsistensi, peluang finis di empat besar terbuka lebar.

Sinyal kuat datang saat Como bertandang ke markas Lazio.

Tim asuhan Fabregas menang meyakinkan 3-0.

Nico Paz kembali menjadi pembeda dengan dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak wonder kid asal Kroasia, Martin Baturina.

Bagi Nico Paz, musim ini terasa spesial.

Ia telah mencetak delapan gol dan enam asis dari 21 laga.

Kontribusinya membuat lini serang Como semakin tajam dan dinamis.

Usai laga, Fabregas mengaku semakin nyaman menjalani karier kepelatihannya. Dukungan penuh dari manajemen menjadi faktor penting.

"Yang terpenting adalah kami terus bekerja dengan penuh percaya diri.Tentu saja kami merasakan tekanan, tetapi itu normal. Saya merasakannya, bahkan ketika masih menjadi pemain di level tertentu. Dari pihak saya, saya senang tetap berada di Como di mana saya dapat mengandalkan suasana yang hebat dan klub yang hebat," kata Fabregas.

Stadion hingga Kota: Proyek Besar Djarum di Italia

Transformasi Como tak berhenti di lapangan.

Hartono bersaudara melalui Grup Djarum juga menaruh perhatian besar pada infrastruktur dan pengembangan Kota Como.

Rencana renovasi Stadio Giuseppe Sinigaglia Djarum menjadi simbol ambisi tersebut.

Proyek ini diumumkan pada 4 Februari 2025 dan langsung mencuri perhatian publik Italia.

Stadion yang terletak di tepi Danau Como, dengan latar Pegunungan Alpen, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata.

Proyek renovasi dijadwalkan masuk tahap konstruksi pada pertengahan 2027 dengan target menjadikannya arena kelas dunia.

Kapasitas stadion akan ditingkatkan dari 7.000 menjadi 15.000 penonton.

Tak hanya itu, fasilitas multiguna juga ditambahkan agar stadion tidak hanya hidup saat pertandingan.

Grup Djarum menggandeng pemerintah Kota Como serta firma arsitektur ternama Populus.

Konsepnya tidak biasa untuk standar sepak bola Italia.

Presiden Klub Como, Mirwan Suwarso, menjelaskan stadion baru akan dilengkapi area wisata, taman hiburan, toko, dan restoran dengan panorama danau.

"Ide kami adalah mengubahnya menjadi fasilitas wisata serba guna dengan kapasitas 15.000 tempat duduk dan 10 restoran di dalamnya, semuanya dengan pemandangan danau," katanya.

"Bagi kami mereknya adalah Como. Harus menyenangkan seperti taman hiburan seperti Disneyland. Timnya harus menyenangkan dan mengasyikkan bermain dengan baik dan membantu orang untuk bersenang-senang," sambungnya.

Langkah ini menjadi gebrakan baru di sepak bola Italia.

Selama ini, banyak klub hanya merenovasi stadion tanpa mengintegrasikan konsep hiburan.

Tak heran jika rencana Como turut disoroti CEO Inter Milan dan AC Milan.

Kedua klub tersebut sebelumnya masih menggunakan Stadion Sansiro milik pemerintah Kota Milan.

Kini, AC Milan dan Inter Milan dikabarkan telah membeli Stadion Sansiro dan sepakat mengembangkan proyek stadion baru.

Proyek yang lama tertunda itu akhirnya bergerak, seolah tak ingin tertinggal dari gebrakan Como.

Iran–AS Memanas, Timur Tengah Masuk Fase Rawan

Konflik Amerika vs Iran

Photo :
  • Istimewa

Sementara itu, di Timur Tengah, situasi bergerak ke arah yang jauh lebih berbahaya.

Pemerintah Iran terus memperkuat kemampuan militernya di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat.

Langkah terbaru Teheran adalah penambahan sekitar 1.000 pesawat tak berawak atau drone baru.

Penguatan ini dilakukan saat Washington meningkatkan tekanan politik dan militer, termasuk pengerahan armada besar ke kawasan.

Menurut media Iran, ribuan drone tersebut diterima dari berbagai cabang angkatan bersenjata pada Kamis, 29 Januari 2026. Otoritas militer Iran tidak merinci spesifikasi teknisnya.

Namun, berdasarkan pola sebelumnya, drone tersebut mencakup unit pengintaian jarak jauh dan drone tempur bersenjata.

Keduanya menjadi tulang punggung strategi pertahanan Iran.

Penguatan ini disebut sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Zionis Israel.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Iran.

Ia menyebut armada militer AS di Timur Tengah siap menyerang jika Teheran menolak kesepakatan baru terkait program nuklir.

Menanggapi ancaman tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar.

Ia membantah isu bersembunyi di bunker dan menegaskan Iran siap membalas secara keras jika perang pecah.

Sinyal perlawanan juga disampaikan secara visual.

Pada 25 Januari, sebuah spanduk besar dipasang di pusat Teheran, menggambarkan kapal induk Amerika Serikat dibombardir jet tempur Iran.

Di samping gambar itu tertulis pepatah, “Jika Anda menabur angin, Anda akan menuai badai.”

Selain drone, Iran juga dilaporkan mempercepat produksi rudal balistik.

Intelijen Zionis Israel memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.000 rudal balistik dan berpotensi memproduksi hingga 3.000 unit per tahun jika tidak dibatasi.

Pakar penerbangan dan rudal Tal Inbar menilai laju produksi Iran jauh melampaui kemampuan produksi sistem pencegat AS dan Zionis Israel.

Ancaman semakin besar dengan potensi penggunaan taktik salvo, yakni peluncuran puluhan hingga ratusan rudal sekaligus, yang berisiko membuat sistem pertahanan seperti Iron Dome, Arrow, THAAD, dan Sky Sonic kewalahan.

Sebagai respons, Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta jet tempur F-35C, F/A-18, EA-18G Growler, dan kapal perusak bersenjata Tomahawk.

AS juga memindahkan sistem Patriot dan THAAD ke Kuwait dan Arab Saudi.

Penguatan ini menandai fase eskalasi baru yang membuat Timur Tengah berada dalam kondisi paling rapuh dalam beberapa tahun terakhir.