Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Campuran Spons, Ngaku Ditendang dan Disabet Selang

Ajat penjual es gabus viral dituding pakai spons
Sumber :
  • Siapviva

img_title Tangis Haru Ajat Dihadiahi Kapolres Depok Motor Plus Modal Usaha

Siap- Sudah tiga hari Suderajat (50) terpaksa tidak berjualan. Dia mengaku masih trauma pasca mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari sejumlah orang pada Sabtu (24/1) lalu.

Suderajat atau akrab dipanggil Ajat adalah penjual es gabus yang biasa berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada Sabtu lalu dia didatangi lima orang yang merupakan pihak kelurahan, kecamatan, dan TNI-Polri.

img_title Pasca Kebakaran, Polres Metro Jakarta Pusat Memberikan Trauma Healing Kepada Anak

Bapak lima anak itu dituduh menjual es gabus dengan campuran busa atau spons. Ajat menceritakan, dirinya diinterogasi dan disudutkan hingga dianiaya.

Dia menceritakan, anggota polisi itu membeli es jualannya. Es gabus tersebut kemudian diremas dan disebut mengandung racun.

img_title Seorang Pelaku Curanmor Tewas Dilempari Batu oleh Warga Setelah Diteriaki Maling di Kemayoran

“Dia belaga-belaga beli es kue. Terus polisinya bejek-bejek sama saudaranya, ini es racun kata anaknya,” kata Ajat saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/1/2026).

Saat itu dia dipanggil karena ada yang hendak membeli. Dia pun menghampiri, namun tiba-tiba dia dikepung sejumlah orang.

“Beli lima, yang bohong satu. Belaga-laga. Dia nyuruh sini, nyuruh bapaknya, yang polisi. Lama-lama saya dikepung, ditonjok. Iya dikepung saya sama dia,” ujarnya.

Ajat diminta untuk mengaku bahwa es gabus jualannya mengandung spons dan beracun. Dia juga sempat ditonjok dan dibawa ke mobil  yang membawanya ke kantor polisi.

“Ya naik mobil ke kantor polisi (polsek),” ungkapnya.

Dia mengaku dipukuli di sebuah pos dekat Kemayoran. Ajat sudah menjelaskan bahwa es jualannya tidak mengandung racun dan dibuat oleh bos nya di kawasan Depok Lama.

“Ampun-ampun Pak, bukan saya, punya bos. Kalau nggak percaya, ikut aja ke Depok, Depok lama,” ceritanya.

Walaupun sudah dijelaskan, namun orang-orang tersebut tidak mendengarkan. Es gabusnya justru dibejek-bejek hingga cair. Ajat pun disuruh untuk makan es tersebut juga. Ajat mengaku dilarang jualan di kawasan tersebut.

“Jangan sekali-sekali lagi, ya dagang sini, dia yang ngomong. Kalau dagang sini saya tarik lagi,” tukasnya.

Ajat pun mengalami luka ringan di bagian dada dan wajah. Dia mengaku sempat disabet tiga kali oleh oknum TNI menggunakan selang dan ditendang.

“Ini, di dada. Sampai sini nih (wajah). Tiga kali, disabet. Pakai itu, selang sama sepatu ditendang. Saya disuruh ngaku (jual es gabus racun). Padahal saya sudah jelasin itu bukan spons, itu es beneran tapi masih dipukul juga, ditonjok cetok-cetok,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title