Ancam Balik Trump, Jenderal Iran Janji Bikin Amerika Jadi Neraka: Kami Akan Membakar Dunia Mereka
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Siap – Iran melontarkan ultimatum yang cukup keras pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak mengambil tindakan apa pun terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Peringatan ini ditegaskan oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Abolfazl Shekarchi pada Selasa, 20 Januari 2026.
Pernyataan itu diungkapkan Shekarchi beberapa hari setelah Trump menyerukan diakhirinya kekuasaan Khamenei yang telah berlangsung hampir 40 tahun.
Shekarchi mengingatkan, jika ada tindakan agresi yang diarahkan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, maka militer Iran tidak hanya akan membalas secara langsung, tetapi juga akan "membakar dunia mereka" (Amerika Serikat).
"Trump tahu bahwa jika ada tangan agresi yang diarahkan kepada pemimpin kami, kami tidak hanya akan memotong tangan itu, tetapi juga akan membakar dunia mereka," ancam Shekarchi dikutip pada Rabu, 21 Januari 2026.
Pernyataan ini muncul sebagai respons setelah Donald Trump menyerukan penghentian kekuasaan Khamenei yang telah berlangsung hampir 40 tahun.
Ilustrasi Iran deklarsikan perang vs Amerika
- Istimewa
Shekarchi menegaskan, bahwa Amerika Serikat menyadari konsekuensi dari setiap penggunaan kekerasan terhadap Iran dan akan menerima balasan yang setimpal.
Sebagaimana diketahui, ketegangan antara Iran vs Amerika belum juga mereda.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik di awal tahun 2026, di mana kedua negara saling bertukar ancaman perang skala besar terkait isu keamanan nasional dan stabilitas kepemimpinan masing-masing.
Iran berjanji akan membalas setiap serangan fisik yang menyasar pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.
Pernyataan ini merupakan respon atas ancama militer Amerika Serikat. Hal itu ditegaskan langsung oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Ia berjanji, setiap serangan fisik terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dianggap sebagai deklarasi perang habis-habisan.
Singkatnya, yang terjadi saat ini adalah retorika perang tingkat tinggi dan peringatan ultimatum, bukan pernyataan dimulainya invasi atau serangan aktif secara langsung.
Sebagaimana diketahui, situasi di kawasan Timur Tengah per Januari 2026 masih berada dalam fase kewaspadaan militer tertinggi.
Kondisi ini terjadi akibat ketegangan antara Amerika dan Iran. Tak tinggal diam, Teheran bahkan telah siap mengaktifkan Pertahanan Suci. Apa itu?