Menelisik Kekuatan Rudal "Pamungkas" Daya Jangkau 10.000 KM, Mampu Menghantam Washington Hingga New York?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang kian mendebarkan.

img_title Sangar, Dalam Semalam Iran Hancurkan 9 Pesawat Tempur AS, Washington Makin Tekor

Republik Islam Iran dilaporkan telah berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) dengan daya jangkau fantastis mencapai 10.000 kilometer.

Dilansir dari kanal Youtube Bakuhantam, Klaim ini bukan sekadar gertak sambal, secara teoretis, daratan Amerika Serikat kini berada dalam bidikan langsung rudal Teheran.

img_title Iran Dapat 'Pelajaran Mahal' dari AS dan Israel, Hasilnya Wajib Diwaspadai Lawan

Anggota Majelis Iran, Mosen Zangane secara terbuka mengonfirmasi keberhasilan uji coba tersebut yang dilakukan dua malam lalu.

"Kami menguji salah satu rudal tercanggih Iran yang belum pernah diuji sebelumnya, dan uji coba tersebut berhasil," ujarnya sebagaimana dikutip dari media yang berafiliasi dengan negara.

img_title AS Kehilangan Aset Canggih di Hormuz, Iran Ungkap Klaim Mengejutkan

Loncatan Strategis Sejak Perang Iran-Irak

Program rudal Iran bukanlah proyek semalam. Berakar dari tekanan eksistensial selama Perang Iran-Irak (1980-1988), Teheran yang kala itu minim superioritas udara dipaksa memutar otak.

Bermula dari rekayasa balik (reverse engineering) rudal Scud B dan Scud C asal Korea Utara serta Libya, Iran bertransformasi menjadi salah satu pemilik persenjataan rudal paling beragam di dunia.

Keberhasilan ini menandai pergeseran status Iran dari kekuatan militer regional menjadi aktor ofensif global.

Jika sebelumnya keluarga rudal Shahab-3 hanya mampu mengancam Tel Aviv dan pangkalan Amerika di Teluk, kehadiran rudal ICBM terbaru ini yang diyakini para pengamat sebagai Shahab-6 diklaim mampu menghantam Washington hingga New York.

Melihat situasi tersebut, pihak Amerika Serikat pun tak tinggal diam, sebagai bentuk kewaspadaan,

Amerika Serikat dilaporkan telah menyiagakan lusinan jet tempur F-15 di Yordania dan menggerakkan kapal induk nuklir USS Abraham Lincoln menuju perairan Timur Tengah.

Citra satelit komersial pada September 2025 pun telah menangkap aktivitas mencurigakan di Pelabuhan Antariksa Imam Khomeini, yang memperkuat dugaan adanya pengujian tahap lanjut rudal berbahan bakar padat tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan komunitas internasional. Apakah kemajuan teknologi rudal Iran ini akan menjadi penyeimbang kekuatan di Timur Tengah, atau justru menjadi pemicu bagi "bomber-bomber" Amerika untuk membidik silo-silo rudal bawah tanah Teheran di masa depan?

Halaman Selanjutnya
img_title