Bos Persib Rogoh Kocek Bangun Masjid di Malut

Manajer Persib Umuh Muchtar
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Laga antara Persib Bandung vs Malut United di laga lanjutan BRI Super League atau Liga 1 menyisakan kisah yang cukup manis. 

img_title Rekap Hasil BRI Super League 2026/27 Pekan ke-2: Bali United Pimpin Klasemen, Persija Urutan Ketiga Usai Kalahkan Persib

Belakangan diketahui, meski kalah 2-0 atas tim tuan rumah, namun ternyata petinggi Persib berniat membangun masjid di Maluku Utara. 

Dilansir dari akun Instagram @persibtalk.id, kekalahan 0-2 Persib Bandung atas Malut United FC dalam laga tunda pekan ke-12 ternyata menyisakan cerita hangat dan penuh makna. 

img_title Segera Dimulai! Lineup Persija vs Persib pada Laga Pekan ke-2 BRI Super League 2026/27

Kunjungan skuad Maung Bandung ke markas Malut United tak hanya tentang pertandingan, melainkan juga tentang keistimewaan dan kerukunan.

“Di sini sangat berkesan. Orang Jawa Barat, masyarakat Ternate dan Maluku Utara. semuanya baik, ramah, dan santun, Saya juga dapat medali dari Pak Wali Kota Ternate. Terima kasih Pak Wali Kota dan terima kasih untuk seluruh warga Kota Ternate," kata Manajer Persib Umuh Muchtar.

img_title Hasil BRI Super League Hari Ini: Persik Kalahkan Garudayaksa FC, Dewa United Puncaki Klasemen

Menurut dia, sepak bola seharusnya menjadi jembatan persaudaraan bukan sekadar rivalitas di lapangan.

Sebagai bentuk balasan atas sambutan hangat ini, Umuh Muchtar menyampaikan komitmen sosialnya dengan membantu pembangunan Masjid Paguyuban Bandung di Kota Ternate.

“Kita lihat saudara-saudara Paguyuban Bandung di sini diterima dengan baik. Insya Allah ada rencana membangun masjid, walaupun sedikit bantuan dari saya, Saya sudah menyisihkan untuk pembangunan masjid," ujarnya.

"InsyaAllah kalau sudah rampung, saya bisa datang lagi ke Ternate. Saya tidak berhenti, saya akan bantu lagi. Itu janji saya karena ini demi amal kebaikan,” sambungnya.

Komitmen tersebut menjadi penutup manis dari kunjungan Persib ke Ternate bahwa hubungan antarklub dan daerah tidak berhenti pada 90 menit pertandingan, melainkan berlanjut dalam nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

“Siapa pun orang Ternate dan Maluku Utara yang datang ke Bandung, silakan mampir ke tempat saya. Saya tidak ragu menerima saudara dari Ternate," katanya.