Polisi Ringkus Wanita Muda yang Bunuh Bayi di Toilet Stasiun Citayam Depok, Astaga Ternyata Gegara Ini

Polisi ringkus wanita yang bunuh bayinya di Stasiun Citayam Depok
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku terduga pembuang jasad bayi di toilet Stasiun Citayam, Kota Depok. Tersangka tak lain adalah ibu kandung korban sendiri.

img_title Geger Mayat Bayi Tergeletak di Trotoar Flyover Tanah Baru Depok, Awalnya Dikira Sampah

Sosok wanita berusia 23 tahun ini diringkus polisi di lokasi persembunyiannya di wilayah Depok pada Minggu, 7 Desember 2025. 

"Betul pelaku pembuang jasad bayi di Stasiun Citayam sudah kami amankan," kata Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi

img_title Gangguan LAA Antara Stasiun Bojonggede - Stasiun Citayam Teratasi, Perjalanan KRL Jakarta Bogor Kembali Normal

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku kebingungan karena bayi tersebut hasil dari hubungan gelap (di luar pernikahan).

"Pelaku saat itu stres, anak hasil dari pacarnya yang kabur. Dia malu," jelasnya. 

img_title Bentrok Suporter Persib vs Persija Merembet ke Depok: Woi Beceng Itu

Made Budi mengungkapkan, bahwa pelaku nekat melahirkan sendiri bayinya di toilet stasiun setelah belajar dari media sosial. Kemudian menghabisi bayi tak berdosa itu dengan cukup keji.

"Malu akhirnya membunuh direndam ke-air dan ditutup pakai kain," katanya.

Saat ini pelaku telah digelandang ke Unit PPA Polres Metro Depok dan terancam dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak. 

Sebagai informasi, mayat bayi berjenis kelamin perempuan ini ditemukan di area Stasiun Citayam, Depok pada Senin 1 Desember 2025, sore.

Mulanya petugas stasiun menemukan tas warna hijau tergantung. Setelah dibuka, ternyata berisi jasad bayi lengkap dengan secarik surat.

Adapun isi surat tersebut, orang tua bayi meminta siapa pun yang menemukan anaknya agar menguburkan dengan layak.

Dalam surat tersebut, pelaku mengaku gagal merawat bayi.

"Tolong bantu saya, siapapun anda. Kuburkan anak saya dengan layak. Maafkan saya, saya tidak mampu menjadi orang tua yang baik. Saya gagal merawat putriku ini," demikian bunyi pesan dalam isi surat tersebut.