Lima Gempa Guncang Indonesia Dini Hari, Ini Peringatan Terbaru dari BMKG
- Siap.viva/Pixabay/Alexander Sanchez
Siap – Sejumlah wilayah di Indonesia diguncang lima gempa berturut-turut pada Senin dini hari, 24 November 2025.
Laporan awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas tektonik muncul hampir bersamaan di Sulawesi Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.
BMKG menegaskan seluruh data masih preliminary.
Artinya, parameter gempa bisa berubah seiring masuknya data tambahan.
Meski magnitudonya kecil, rangkaian aktivitas ini kembali menegaskan tingginya dinamika seismik Indonesia.
Gempa Beruntun di Bitung
Dua gempa berurutan tercatat di tenggara Bitung, Sulawesi Utara, sekitar pukul 02.02 WIB.
Gempa pertama bermagnitudo 3,3 berada pada 1.26 LU dan 126.16 BT, sekitar 117 km tenggara Bitung, dengan kedalaman 32 km.
Beberapa detik kemudian, gempa kedua—juga M3,3—muncul di titik 1.22 LU dan 126.14 BT.
Lokasinya 115 km tenggara Bitung dengan kedalaman 27 km. Zona ini dikenal aktif karena interaksi lempeng mikro di Laut Maluku.
Getaran Terdeteksi di Sarmi, Papua
Sekitar pukul 01.45 WIB, gempa M3,6 mengguncang wilayah 62 km barat laut Sarmi.
Gempa berada di koordinat 1.91 LS dan 139.12 BT pada kedalaman 30 km.
Aktivitas tektonik dangkal ini umum terjadi di Papua, wilayah dengan tingkat deformasi kerak yang tinggi dan kerap mengalami gempa kecil secara berkala.
NTT Diguncang Gempa M2,5
Gempa berikutnya tercatat pukul 01.34 WIB di timur laut Saburai Jua, Nusa Tenggara Timur.
Pusat gempa berada pada 10.16 LS dan 122.02 BT, berjarak 48 km dari Saburai Jua, dengan kedalaman 58 km.
Gempa kecil seperti ini biasanya muncul akibat pergerakan kompleks Lempeng Indo-Australia di kawasan busur Sunda kecil.
Gempa Dangkal Dekat Ternate
Pada pukul 00.07 WIB, gempa M2,7 terdeteksi di barat daya Ternate.
Titik gempa berada pada 0.51 LU dan 126.71 BT, sekitar 78 km dari Ternate, dengan kedalaman dangkal 5 km.
Gempa dangkal kerap terasa lebih jelas meski magnitudonya kecil, karena pusat getaran lebih dekat ke permukaan.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan kerusakan maupun potensi tsunami dari rangkaian gempa tersebut.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, terutama di wilayah rentan gempa.
BMKG juga menekankan pentingnya mengikuti informasi resmi melalui aplikasi BMKG, media sosial, dan laman peringatan gempa.