Kapolri Ungkit Jasa Brimob Saat Tragedi Black September, Dankor: Setia Tanpa Ragu!
- Istimewa
Siap – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menaruh apresiasi setinggi-tingginya pada seluruh jajaran Korps Brigade Mobile (Brimob), yang dinilai berperan penting dalam menjaga keamanan dalam negeri.
Hal itu diungkapkan Jenderal Listyo saat menghadiri acara syukuran HUT ke-80 Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Jumat, 14 November 2025.
Selain dianggap sigap dalam mengatasi ancaman gangguan keamanan, Jenderal Listyo Sigit juga menilai Brimob memiliki peran vital dalam mendukung sederet program strategis nasional.
Di antaranya seperti program makan bergizi gratis atau MBG, kemudian ketahanan pangan, dan aksi kemanusiaan lainnya.
Namun demikian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengimbau, agar seluruh pasukan elit Polri ini tidak lengah dengan kondisi sekarang.
"Dalam kesempatan ini saya tentunya selalu mengatakan kepada rekan-rekan Brimob bahwa kita harus selalu siap menghadapi berbagai macam tantangan, karena ini membutuhkan kehadiran Brimob sebagai representasi negara untuk terus bisa tampil prima, tampil terbaik," katanya.
Kapolri Jenderal Listyo juga mengingatkan, Global Risk Report 2025 sudah meramalkan, bahwa tantangan global selama dua tahun ke depan yang tentunya ini menjadi dasar untuk mempersiapkan, melatih kemampuan-kemampuan yang ada.
"Sehingga kita siap untuk menghadapi extreme weather event, state based armed conflict, societal polarization, misinformation dan disinformation, serta cyber spionase dan war."
Menurut dia, itu semua adalah masalah-masalah yang kemudian akan menimbulkan berbagai macam potensi, mulai dari permasalahan yang berdampak kepada keselamatan karena bencana alam, hoax, dan misinformasi di dunia maya.
"Ini tentunya menjadi bagian dan tantangan ke depan bahwa kita dituntut untuk lebih sigap, untuk lebih terampil, dan untuk lebih siap menghadapi hal-hal tersebut."
Kemudian, ia juga menyinggung konflik yang masih terus terjadi antar negara, seperti perang Rusia-Ukraina maupun Israel-Palestina.
Menurutnya, hal tersebut dapat menimbulkan dampak reaksi di dalam negeri.
Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit lantas menyinggung kembali tragedi demo yang terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia.
"Beberapa waktu yang lalu terjadi kerusuhan di berbagai negara, salah satunya Indonesia dan ini betul-betul menjadi catatan bagi kita, khususnya menjadi catatan yang kita kenal dengan nama Agustus Kelabu dan Black September," tuturnya.