Dosen dan BEM Universitas Mandiri Ciptakan Sistem IoT dan Jus Pakcoy yang Angkat Ekonomi Petani Subang

Optimalisasi Pertumbuhan Tanaman Hidroponik Pakcoy
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Di tengah teriknya matahari Desa Cigadung, barisan tanaman pakcoy hijau berderet rapi di atas talang hidroponik Grand Sakina Farm.

img_title Cetak Ratusan Sarjana Baru, Universitas Mandiri Subang Komitmen Timgkatkan Mutu Pendidikan

Namun pemandangan kali ini berbeda. Di antara deretan tanaman itu, beberapa dosen Universitas Mandiri tampak sibuk memantau layar laptop, memperhatikan angka pH, suhu, dan kadar nutrisi yang terus bergerak dinamis.

Semua bukan sekadar data. Di balik angka-angka itu, tumbuh harapan baru bagi petani lokal hasil inovasi teknologi pertanian digital dari para dosen Universitas Mandiri melalui program “Optimalisasi Pertumbuhan Tanaman Hidroponik Pakcoy melalui Penerapan Sistem Monitoring Nutrisi Berbasis Internet of Things (IoT)”.

img_title Sidak Pabrik Aqua di Subang, KDM Temukan Fakta Mengejutkan, Ternyata.....

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BIMA PM-BEM) Universitas Mandiri, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) Tahun 2025.

Teknologi Bertemu Tangan Tani Grand Sakina Farm, yang menjadi lokasi pelaksanaan program, sebelumnya mengelola sistem hidroponik secara manual.

img_title Imbas KA Argo Bromo Anggrek Anjlok, PT KAI Batalkan 54 Perjalanan KA dan Perpanjang Refund Selama Sepekan

Petani harus memeriksa larutan nutrisi dan kualitas air secara berkala menggunakan alat portabel.

Proses ini kerap tidak akurat, memakan waktu, dan berisiko mengurangi produktivitas.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen lintas fakultas Universitas Mandiri menggagas sistem monitoring otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

Teknologi ini memungkinkan pemantauan Total Dissolved Solid (TDS), pH, dan suhu air nutrisi secara real-time.

Semua data dikirim ke dashboard digital yang dapat diakses melalui ponsel atau laptop, sehingga petani dapat segera menyesuaikan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

“Dulu kami hanya mengandalkan perkiraan. Sekarang semua data bisa kami lihat langsung lewat layar. Ini benar-benar membantu meningkatkan hasil tanam,” ujar Dimas, Ketua Kelompok Tani Grand Sakina Farm, dengan wajah antusias.

Tim pelaksana program terdiri dari tiga dosen Universitas Mandiri:

Muhamad Agung Suhendra (Fakultas Sains) sebagai ketua tim, dengan dua anggota yaitu Anderias Eko Wijaya (Fakultas Teknik) dan Herlina (Fakultas Ekonomi).

Ketiganya menggabungkan keahlian dalam bidang fisika terapan, teknologi IoT, dan ekonomi digital untuk menghasilkan solusi pertanian presisi yang adaptif dan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title