Hari Pahlawan Bison Tekad Jaga Damai Indonesia
- Istimewa
Siap –Untuk menghormati para jasa pahlawan nasional di momentum peringatan hari pahlawan Bison Indonesia menggelar semarak Kebangsaan dan doa Lintas Agama yang di selenggarakan di tugu proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat 11/11/2025 yang di ikuti oleh ribuan masyarakat dari berbagai kalangan dari anak muda hingga orang tua.
"Doa lintas agama ini sangat penting sebagai sarana kita memperkuat persatuan dan kesatuan di antara umat beragama,"ujar H. Insan Khoirul Qolbi, S.H., M.H. Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI dalm ambutannya
Kegiatan semarak Kebangsaan dan doa Lintas Agama ini selain mendoakan para pahlawan nasional, kegiatan ini juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan pasca terjadi teror bom yang terjadi di SMA 72 Jakarta beberapa waktu lalu.
"Dalam rangka memperingati hari pahlawan bison Indonesia menyelenggarakan semarak kebangsaan dan doa lintas agama ditengah-tengah isue perpecahan dan teror bom bison Indonesia hadir sebagai anak muda bangsa Indonesia untuk melanjutkan perjuangan-perjuangn para pendahulu pahlawan Indonesia yang mengangkat senjata bukan hanya memperjuangkan kemerdekaan tetapi juga masa depan bangsa Indonesia,"kata Ginka Febrianti ketua umum bison.
"Melalui kegiatan Semarak Kebangsaan dan Doa Lintas Agama ini kami hadir bukan sekadar untuk berdoa, tetapi juga untuk menyuarakan tekad bersama, bahwa Indonesia harus menjadi negeri yang damai, toleran, dan beradab."jelasnya
1.Menjaga dan memperkokoh persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia di atas segala perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, demi tegaknya NegaraKesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
2.Menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan, radikalisme, dan aksi terorisme,termasuk yang menyasar lingkungan pendidikan, karena hal itu mencederai nilainilai kemanusiaan dan menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa.
3.Mengutamakan semangat toleransi, saling menghargai, dan gotong royong sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
4.Menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera, serta menolak segala upaya yang memecah-belah persaudaraan bangsa.